RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Aktivitas jual beli di gudang tembakau Kabupaten Temanggung cukup masif. Harga di lapangan saat ini kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 120 ribu/kg. Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Yunianto mengatakan, hal tersebut merupakan sinyal positif bagi para pelaku tembakau, baik petani, maupun pedagang.
"Harga tertinggi, yang mencapai Rp 120 ribu, adalah tembakau dari wilayah lereng Sumbing, Sindoro, Bansari, dan Tuksari. Harga tersebut hanya di beberapa zona saja. Kalau kita lihat karakter tembakau sawah ya tidak mungkin sampai ke situ, meskipun ya tidak terlalu rendah," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang dalam kunjungan bersama Komisi C ke gudang perwakilan PT Gudang Garam dan Djarum, Senin (25/9/2023).
Dia mendorong pabrikan untuk terus meningkatkan harga. Supaya tingkat kesejahteraan masyarakat di tahun ini bisa bertambah. Dia juga mengimbau kepada para perajin mengutamakan kualitas. Apabila dilihat dari kondisi alam sekarang, mustinya tembakau tahun ini berkualitas bagus. Karena kering dan panas. Sehingga prosesi dari nol sampai penjemuran bisa baik. DPRD akan terus melakukan monitoring terkait harga tembakau.
Perwakilan gudang Tembakau Gudang Garam, Cong Yong mengungkapkan, pihknya telah membeli tembakau totol E dengan harga Rp 120 ribu dari warga Petarangan. Bahkan, ada tembakau grade F yang dibeli dengan harga Rp 160 ribu. Itu adalah tembakau Tuksari. Dia berencana terus membeli tembakau di musim ini. Kualitas tembakau tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu. Harga juga meningkat, tembakau sawah ada yang mencapai Rp 67.500. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo