RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Festival Lembutan Bansari Kaping 4 menjadi wadah promosi produk tembakau lembutan di Kecamatan Bansari. Ketua Panitia Festival Lembutan Bansari, Wirawan mengungkapkan festival ini berbeda dengan sebelumnya. Tidak hanya terdapat UMKM dan lembutan, tetapi terdapat pengenalan tembakau lembutan kepada para pelajar sekolah. "Ini tidak mengenalkan harus merokok. Tetapi untuk memperkenalkan peninggalan budaya dari nenek moyang kita, " ungkapnya, Jumat (28/7/2023).
Festival ini juga menjadi wadah silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Serta simbol gotong royong masyarakat Kecamatan Bansari. "Festival ini kita awal dengan jamasan alat cacak. Karena sesuatu apapun yang kita mulai baik itu alat dan sebagainya kita harus bersihkan dulu, " jelasnya.
Jamasan atau pembersihan alat-alat tersebut karena terdapat nilai-nilai historis. Supaya nantinya bisa lebih bermanfaat serta berkah untuk masyarakat.
Wirawan menyebutkan dalam festival tersebut juga terdapat berbagai lomba. Di antaranya lomba memasak, senam, UMKM, dan lomba ngrajang tembakau.
Sementara itu, Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq mengatakan Festival Lembutan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi harga tembakau yang saat ini kurang bagus. Sehingga masyarakat memiliki jalan keluar untuk hal tersebut.
"Seperti tembakau dirajang lembut dan langsung dikonsumsi menjadi rokok lintingan. Ini harus kita hargai, " ujarnya.
Menurutnya panen tembakau tahun ini akan lebih baik. Karena melihat kondisi cuaca yang lebih kondusif ketimbang cuaca di tahun lalu. "Iklim dan cuacanya sangat bagus menjelang masa panen raya. Tahun ini kualitas tembakau di Temanggung pasti akan sangat bagus, " jelasnya.
Ia juga menghimbau kepada pihak pabrikan untuk bisa memberikan atensi lebih ke para petani tembakau Temanggung. Dengan cara mengutamakan tembakau dari petani Temanggung. (nun/lis)