RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Gelar UMKM kembali diadakan di Kecamatan Gemawang bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung, Selasa (11/7). Terdapat sekitar 50 UMKM baik dari Kecamatan Gemawang maupun dari luar.
Gelar UMKM sekaligus Festival Petik Merah tersebut diadakan secara terintegrasi antara Dinkopdag Kabupaten Temanggung dan Pemerintah Kecamatan Gemawang. Festival Petik Merah sendiri untuk mengangkat potensi kopi yang ada di Gemawang. Di mana kopi robusta Gemawang memiliki rasa yang khas ketimbang kopi dari daerah lain.
"Nantinya juga akan ada lomba cita rasa kopi. Agar pengunjung ataupun buyer bisa tertarik menikmati kopi Gemawang, " ujar Camat Gemawang Bambang Hartono kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Tidak hanya itu, sekitar 50 stan UMKM juga ikut meramaikan festival tersebut. Produk-produknya pun hasil dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Gemawang."Kebanyakan potensi UMKM, yakni olahan kopi serta beberapa kerajinan rumah tangga," jelasnya.
Festival Petik Merah sendiri nantinya akan menjadi agenda rutin tahunan di Kecamatan Gemawang dan sudah berjalan selama dua tahun terakhir. "Tentunya berjalannya festival ini atas seluruh dukungan dari semua desa yang ikut berpartisipasi, " katanya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono menyebutkan, gelar UMKM akan dilanjutkan secara berkala di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung. Dan di Kecamatan Gemawang mendapatkan jatah yang kedua setelah di Kecamatan Kranggan.
"Mudah-mudahan dengan adanya gelar UMKM ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, " harapnya. Sektor UMKM sendiri merupakan sektor yang paling berpengaruh pada perekonomian Kabupaten Temanggung. Di mana 65 persen perekonomian ditopang oleh sektor UMKM.
"Namun UMKM tidak selalu tentang produksi, melainkan juga terdapat jasa. Termasuk kegiatan-kegiatan pertanian itu masuk ke dalam UMKM, " paparnya. Entargo berharap, potensi kopi yang ada di Kecamatan Gemawang terus dimaksimalkan dan dipromosikan. Agar kopi-kopi tersebut bisa dijual partai besar maupun skala kecil. Para petani kopi juga diingatkan untuk selalu bekerja sama mengatasi kendala-kendala selama masa tanam. "Ini menjadi masalah kita Bersama, terutama terkait dengan subsidi pupuk yang menjadi kebijakan nasional, " katanya. (nun/aro)
Editor : Lis Retno Wibowo