Menjelang hari Raya Idul Adha, aktivitas jual beli di Pasar Ternak Terpadu Temanggung Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung mulai meningkat. Petugas kesehatan di Pasar Hewan Kranggan mengecek satu persatu kendaraan yang membawa hewan ternak. Mereka memeriksa satu persatu hewan bawaan yang akan masuk ke pasar. Pemeriksaan meliputi, mata, mulut, dan kondisi tubuh hewan.
Kepala UPT Pasar hewan Antik Choiriyah mengatakan, menjelang hari Raya Idul Adha, pihaknya menyiagakan petugas kesehatan di pasar hewan, yakni di pintu masuk dan dalam pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hewan-hewan yang akan digunakan untuk kurban, dan memastikan hewan dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
“Kita periksa kesehatan hewan yang masuk ke pasar. Sampai saat ini, belum kami temukan hewan ternak di pasaran yang terindikasi penyakit berbahaya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Dikatakan, DKPPP Temanggung juga mendirikan tempat isolasi khusus untuk mengantisipasi apabila ada temuan hewan terindikasi penyakit menular. Seperti, PMK dan LSD. Meski belum ada hewan ternak yang terinfeksi penyakit berbahaya, lanjut dia, DKPP Temanggung terus meningkatkan kewaspadaan. “Biasanya yang menyerang pada domba itu beleken (mata merah), Orf atau PMK. Kami akan memperketat lalu lintas hewan ternak dengan memeriksa seluruh hewan dari luar daerah yang akan masuk ke Temanggung,” tegasnya. (din/aro)
Editor : Lis Retno Wibowo