RADARMAGELANG.ID, Semarang– Ontelis-Ontelista Indonesia (OOI) DPD Wonosobo ikut menyemarakkan Jambore Onthel akhir pekan lalu (17-18/10/2026). Acara berlangsung di Kampng Sleko Kawasan Kota Lama Semarang.
Para penggemar sepeda tua dari berbagai kalangan ini mengikuti rangkaian acara yang digelar OOI DPD Kota Semarang bersama jajaran pengurus wilayah Jawa Tengah.
Peserta dari Aceh, Bengkulu, Palembang, Lampung, Kalimantan, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Jogjakarta, Sulawesi.
Sebanyak 12 delegasi OOI DPD Wonosobo tampil unik. Berdandan ala geng kapak dalam film Kungfu Hustle, mereka mengenakan pakaian dan aksesori serba hitam.
Dari setelan jas, dasi, kacamata, topi laken dan sepatu. Kecuali hem daleman yang dikenakan warna putih.
Salah satu acara dalam Jambore Onthel kali ini adalah karnaval sepeda onthel. Peserta bersepeda menyusuri sejumlah kawasan wisata di Kota Semarang.
Start dari Kota lama, menyusuri Jalan Pemuda menuju Tugu Muda dengan jarak tempuh kurang lebih 6 km finis kembali di Kota Lama.
Muthohar sang pengarah gaya penampilan menjelaskan kostum yang dikenakan tersebut untuk memberi kesan klasik dan gagah masyarakat zaman dulu sembari berkendaraan menggenjot sepeda onthel.
“Ini pas sekali, perpaduan warna jas hitam putih klasik dipadukan dengan kokohnya struktur bangunan Kota Lama Semarang. Kesannya menambah kemewahan dan kuatnya semangat perjuangan para pendahulu,” lanjut humas OOI Wonosobo ini.
Selain karnaval, acara yang menarik adalah prosesi jamasan atau penyucian sepeda onthel yang diadakan Sabtu (17/10/2026) malam. Setelah prosesi tersebut, peserta berebut gunungan yang disiapkan panitia.
Para onthelis seperti Fahrudin, Aman Karsono, Agus Setyawan, Welly Setyawan mengaku sudah lama bergabung dengan komunitas sepeda onthel.
Baginya, jamasan bukan sekadar ritual, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya. “Sepeda onthel ini kan juga pusaka yang harus dilestarikan,”katanya.
Dia mengikuti prosesi jamasan untuk nguri-uri tinggalan nenek moyang dan sangat berharap tradisi yang dijalankan komunitas onthel tersebut tetap lestari dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Ketua OOI Kota Semarang Bastian Jopi Rian mengungkapkan, jambore ini menjadi momentum mempertemukan para pencinta sepeda onthel dari berbagai penjuru Nusantara.
Keta Umum OOI Aziz Aris Munandar menjelaskan, prosesi jamasan menjadi salah satu agenda utama. Air yang digunakan berasal dari berbagai sumber mata air yang dibawa anggota dari daerah masing-masing.
Di wilayah Semarang dan sekitarnya, air dari Sendang Nyatnyono di Ungaran, Senjoyo, serta kawasan makam Sunan Kalijaga di Demak. Air dari berbagai daerah kemudian disatukan dalam satu wadah. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo