Mudahkan Generasi Muda Belajar Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Kembangkan Aplikasi SABDA

Lis Retno Wibowo • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Bengkel Sastra Menulis Fiksi Mini bersama Gol A Gong sekaligus Penyerahan Hadiah Sayembara Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (Istimewa)
Bengkel Sastra Menulis Fiksi Mini bersama Gol A Gong sekaligus Penyerahan Hadiah Sayembara Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Semarang - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pembelajaran bahasa daerah yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Untuk itu, aplikasi Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah (SABDA) menjadi inovasi sekaligus terobosan yang dapat memudahkan masyarakat, terutama generasi muda, dalam mempelajari bahasa daerah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengatakan SABDA merupakan platform digital pembelajaran bahasa daerah yang adaptif, interaktif, dan berkelanjutan.

Platform ini dilengkapi dengan delapan fitur utama. Yaitu modul digital, video pembelajaran, audio bahasa daerah, cerita rakyat digital, gim interaktif, bank konten budaya lokal, ruang kolaborasi guru, serta dasbor pemantauan dan evaluasi.

“Pengembangan SABDA merupakan implementasi proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026,” ungkapnya dalam Bengkel Sastra Menulis Fiksi Mini bersama Gol A Gong sekaligus Penyerahan Hadiah Sayembara Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia di Gedung Cipto Mangunkusumo, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Penyusunan Bahan Ajar untuk Bimbingan Teknis Guru Utama

Laily menambahkan bahwa dalam implementasi proyek perubahan tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengharapkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat.

Pihaknya telah melakukan sosialisasi ke berbagai pihak, antara lain, Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi juga dilakukan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dinas pendidikan, dinas arsip dan perpustakaan, satuan pendidikan, komunitas, perguruan tinggi, MGMP, MKKS, serta media massa.

“Sosialisasi juga telah dilakukan ke berbagai sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA negeri dan swasta di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu fitur yang menarik dan adaptif dengan generasi muda adalah belajar bahasa daerah melalui fitur gim yang menarik,” terangnya.

Dikatakan aplikasi SABDA akan memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam upaya pelindungan dan pelestarian bahasa daerah. Pihaknya menerima pengiriman bahan pembelajaran bahasa daerah.

Seperti kamus bahasa daerah, buku cerita anak berbahasa daerah, modul ajar, bahan ajar, lagu berbahasa daerah, serta konten yang relevan lainnya. Ajakan berpartisipasi dalam pengembangan SABDA ditujukan kepada semua balai dan kantor bahasa di seluruh Indonesia. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
SABDA pembelajaran bahasa inovasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dwi Laily Sukmawati