Warga Balong Kaloran Seminggu Krisis Air Bersih, Ngangsu Sejauh 3 Km

Lis Retno Wibowo • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Warga Dusun Balong, Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran, mengaku senang mendapatkan bantuan air bersih dari Kodim 0706/Temanggung untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga Dusun Balong, Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran, mengaku senang mendapatkan bantuan air bersih dari Kodim 0706/Temanggung untuk kebutuhan sehari-hari.

RADARMAGELANG.ID, Temanggu⁶ng - Sudah seminggu warga Dusun Balong, Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran, mengalami kesulitan air bersih.

Kondisi itu terjadi seiring menurunnya debit sumber air saat musim kemarau.

Bahkan, warga harus membeli air secara mandiri maupun mengambil air dari sumber yang jaraknya mencapai  tiga kilometer.

"Sudah semingguan ini sumber air mulai sedikit. Tapi alhamdulillah, sudah ada dropping air dari Kodim Temanggung Kamis sore kemarin," kata Agus, Kepala Dusun Balong, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Dua Pekan Dilanda Kekeringan, Ratusan Keluarga di Desa Gentan Temanggung Bergantung Bantuan Air Bersih

Persoalan kekurangan air, lanjut Agus, hampir selalu terjadi di Dusun Balong, setiap musim kemarau.

Terlebih ketika kemarau berlangsung panjang, kebutuhan bantuan air bersih akan semakin meningkat.

"Di sini warganya sekitar 150 jiwa. Kalau tidak ada dropping, ada yang membeli air dan ada yang mengambil ke sumber yang jaraknya cukup jauh, sekitar tiga kilometer," ujarnya.

Keterbatasan sumber air, membuat sumur manual milik warga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 Air dari sumur akan cepat habis setelah digunakan untuk mengisi beberapa jeriken.

 "Memang sangat membantu dengan adanya bantuan (dropping) ini. Karena air sulit. Sumur ada, tetapi kalau diambil beberapa jeriken sudah habis," kata Agus.

Penyaluran air bersih merupakan dukungan Kodim 0706/Temanggung bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta pihak terkait lainnya.

Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly, mengatakan, dropping air merupakan langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Debit air di Dusun Balong ini berkurang dan masyarakat sangat membutuhkan air. Alhamdulillah kita bisa melakukan dropping air sebagai salah satu cara untuk membantu masyarakat," ujarnya.

Namun, Richie menegaskan, penyaluran air bersih hanya merupakan solusi sementara. Pihaknya mendorong sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi yang lebih permanen.

"Kami berharap semua stakeholder di Kabupaten Temanggung bisa bekerja sama.

Kami siap menjadi garda terdepan untuk turun ke masyarakat, memberikan informasi ketika ada wilayah yang kekurangan air, dan mendorong pemerintah daerah melakukan penanganan," katanya.

Kendati begitu, Dandim mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

 "Kami juga mengimbau agar penggunaan air dilakukan secara bijak dan efektif, sesuai dengan peruntukannya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Serayu Opak, Rr Viki Ariyanti, mengatakan, persoalan kekeringan di wilayah Dusun Balong, membutuhkan penanganan jangka panjang.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan atau pendalaman sumur.

Menurutnya, sumur warga saat ini kedalamannya sekitar 30 meter serta sudah tidak lagi memiliki air.

 Namun, sumber air masih ditemukan pada sumur dengan kedalaman sekitar 60 meter.

"Solusi masalah kekeringan ini sebenarnya yang kami cari adalah solusi jangka panjang. Dropping air yang dilakukan hari ini bersama BPBD dan Kodim sifatnya hanya solusi sesaat," katanya.

Viki mengatakan, sumber air bawah tanah di kawasan tersebut masih berpotensi dikembangkan.

Jika hasil kajian menunjukkan adanya cekungan air tanah yang cukup, sumur dapat diperdalam. Alternatif lainnya adalah mencari titik pengeboran baru.

"Kalau dari 30 meter ke 60 meter masih ada cekungan air tanah yang bisa diambil debitnya, itu bisa menjadi salah satu opsi. Kalau memang tidak ada, harus dicari titik lokasi lain," jelasnya.

Viki menyebut Kabupaten Temanggung berada dalam kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Magelang-Temanggung.

Namun, kedalaman sumber air tanah di setiap wilayah berbeda, terlebih Dusun Balong berada di kawasan yang relatif tinggi.

 "Dan alternatif lainnya lewat tandon komunal air hujan. Tapi tidak bisa untuk saat ini karena masih kemarau kering," tambahnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
kesukitan aie dusun balong kaloran