Ahmad Luthfi Siapkan Generasi Industri Hijau, Jateng Bidik Daya Saing Global

Lis Retno Wibowo • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:04 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi usai membuka Jateng Green Industrial Summit 2026 bertema Collaborating, Awarding & Signing di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis malam (23/7/2026).
Gubernur Ahmad Luthfi usai membuka Jateng Green Industrial Summit 2026 bertema Collaborating, Awarding & Signing di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis malam (23/7/2026).

 

RADARMAGELANG.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi era industri hijau dengan melibatkan pelajar SMA dan SMK dalam Jateng Green Industrial Summit 2026. 

Langkah ini menjadi strategi jangka panjang agar kesadaran terhadap ekonomi hijau, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan tumbuh sejak bangku sekolah, sehingga melahirkan tenaga kerja hingga calon pemimpin industri yang siap bersaing di pasar global.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, transformasi industri hijau tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan pelaku usaha.

Perubahan harus dimulai dari dunia pendidikan agar budaya ramah lingkungan menjadi bagian dari karakter generasi muda.

“Anak-anak SMA kita, kita didik mereka untuk ke depan lebih mencintai terkait dengan ekonomi hijau, kita mengenalkan mereka.

Dan ini menjadi role model kebiasaan kita sehari-hari,” kata Ahmad Luthfi saat membuka Jateng Green Industrial Summit 2026 bertema Collaborating, Awarding & Signing di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis malam (23/7/2026).

Menurut Luthfi, keterlibatan pelajar merupakan bagian dari pembangunan ekosistem industri hijau secara menyeluruh, mulai dari penyiapan sumber daya manusia hingga penguatan dunia industri. 

Karena itu, forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, kawasan industri, pelaku usaha, perguruan tinggi, serta perwakilan SMA dan SMK dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Ia berharap sinergi tersebut mampu mempercepat lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi industri, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan.

“Saya sebagai gubernur mengucapkan apresiasi kegiatan ini. Semoga bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan, penerapan industri hijau di Jawa Tengah sebenarnya sudah berjalan, namun masih dilakukan secara parsial. 

Melalui Jateng Green Industrial Summit, seluruh pemangku kepentingan didorong memiliki pemahaman dan standar yang sama dalam menerapkan industri hijau.

“Kalau bicara perkembangan industri hijau di Jawa Tengah sebenarnya sudah ada, tetapi selama ini masih parsial. Karena itu kita bersinergi bersama agar memiliki pedoman yang sama sesuai standar industri hijau,” katanya.

Menurut Emmy, dunia pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.

Oleh sebab itu, pelajar SMA dan SMK harus dikenalkan sejak dini dengan konsep industri hijau.

“Kita juga melibatkan SMA dan SMK se-Jawa Tengah untuk melatih anak-anak kita. Hari ini mereka masih menjadi siswa, tetapi ke depan bisa menjadi CEO-CEO. Mereka harus paham tentang industri hijau sejak dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, industri hijau dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan emisi melalui pengelolaan limbah dan daur ulang, serta tanggung jawab terhadap aspek sosial dan lingkungan. 

Dengan prinsip tersebut, industri tetap dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Artinya, industri tetap berjalan, bertumbuh, besar tanpa merusak lingkungan sehingga pertumbuhannya berlangsung secara harmonis,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jawa Tengah juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berhasil mendorong transformasi industri hijau.

Pada kategori Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Teraktif Mendukung Program Pendidikan Hijau, penghargaan diberikan kepada SMA Negeri 3 Semarang, SMA Negeri 6 Semarang, dan SMK Negeri 5 Semarang.

Untuk kategori Industri Kecil dengan Transformasi Industri Hijau Terbaik, Juara I diraih PT Ozzy Batik Pekalongan, Juara II CV Gemilang Kencana, dan Juara III CV Batik Gemawang.

Sementara kategori Industri Besar dan Menengah dengan Transformasi Industri Hijau Terbaik dimenangkan PT Semen Grobogan sebagai Juara I, disusul PT Semen Gresik dan PT Phapros Tbk.

Adapun kategori Kawasan Industri Hijau Terbaik diberikan kepada PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industripolis Batang), PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan PT Kawasan Industri Kendal.

Sedangkan pada kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Komitmen Pengembangan Industri Hijau Terbaik, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Grobogan, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kota Surakarta, dan Kabupaten Purbalingga.

Dengan pelibatan dunia pendidikan, dunia usaha, kawasan industri, dan pemerintah dalam satu forum, Jawa Tengah menegaskan komitmennya membangun ekosistem industri hijau yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga daya saing sekaligus keberlanjutan lingkungan. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
jateng green industrial summit 2026 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi