Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pembangunan Sekolah Rakyat Rowosari Semarang Capai 90 Persen, Kuota SD Belum Terpenuhi

Adennyar Wicaksono • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB
Pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, terus dikebut. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, terus dikebut. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR MAGELANG)
 
RADARMAGELANG.ID, Semarang – Pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, terus dikebut. Saat ini, progres pembangunan fasilitas pendidikan gratis berbasis asrama tersebut sudah mencapai 90 persen.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare ini ditargetkan rampung total pada 10 Juli mendatang. Pemkot Semarang memproyeksikan seluruh fasilitas asrama sudah siap digunakan sepenuhnya pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Handi Priyanto (kiri)saat mengecek progres pembangunan Sekolah Rakyat di Rowosari, Tembalang, Kota Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Handi Priyanto (kiri)saat mengecek progres pembangunan Sekolah Rakyat di Rowosari, Tembalang, Kota Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR MAGELANG)
 
Fasilitas Lengkap dan Siap Pakai
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, memastikan bahwa sebagian besar fasilitas utama telah selesai dikerjakan setelah meninjau lokasi langsung pada Rabu (24/6).
"Gedungnya sangat bagus. Kebutuhan dasar seperti ruang asrama, tempat tidur, toilet, hingga jaringan air bersih sudah mengalir dan siap semua," ujar Handi.
Saat ini, pihak pengembang tinggal menyempurnakan detail-detail kecil seperti kesiapan dapur umum dan peralatan memasak. Pemkot Semarang juga meminta Dinas Pendidikan untuk menyiapkan tenaga guru transisi sembari menunggu penempatan guru resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Target Kuota 270 Siswa Kurang Mampu
Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menampung 270 siswa dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam kategori kemiskinan desil 1 dan desil 2 di Kota Semarang. Kuota tersebut dibagi rata untuk tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA, dengan masing-masing 90 siswa.
Nantinya, sebanyak 92 siswa dari sekolah rintisan awal yang saat ini menempati gedung BBPVP Semarang akan langsung dipindahkan ke bangunan permanen di Rowosari ini.
Kendala Kuota SD dan Solusi Pemkot
Meski kuota untuk jenjang SMP dan SMA sudah terpenuhi masing-masing 90 siswa, Pemkot Semarang masih memiliki pekerjaan rumah untuk jenjang SD. Hingga saat ini, kuota siswa SD baru terisi 37 dari target 90 anak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Moh. Agus Junaidi, mengungkapkan bahwa minimnya pendaftar SD disebabkan karena faktor psikologis orang tua. Banyak wali murid yang masih merasa berat dan tidak tega melepas anak usia SD untuk tinggal menetap di asrama.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinsos bersama 16 camat se-Kota Semarang menggencarkan sistem "penjangkauan peserta didik" atau jemput bola ke masyarakat. Pemkot memberikan edukasi bahwa sistem asrama ini fleksibel.
"Edukasi terus diberikan kepada masyarakat. Keluarga boleh menjenguk anak mereka di asrama. Selain itu, tidak ada sanksi bagi anak yang merasa belum betah tinggal di asrama," pungkas Agus. (den/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#handi priyanto #Sekolah Rakyat #sekda kota semarang #pemkot semarang #Rowosari