Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Siswa SMP Swasta di Kota Semarang Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Ibu Korban Mengadu ke DPRD

Adennyar Wicaksono • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:30 WIB
Ibu korban (R) meminta keadilan kepada DPRD Kota Semarang karena anaknya (KA) mengalami luka memar di lebih dari 8 titik tubuh akibat kekerasan oleh tiga kakak kelasnya di sebuah SMP swasta, serta kecewa karena pihak sekolah terlambat memberikan laporan.
Ibu korban (R) meminta keadilan kepada DPRD Kota Semarang karena anaknya (KA) mengalami luka memar di lebih dari 8 titik tubuh akibat kekerasan oleh tiga kakak kelasnya di sebuah SMP swasta, serta kecewa karena pihak sekolah terlambat memberikan laporan.
 
RADARMAGELANG.ID, Semarang – Kasus perundungan (bullying) dan kekerasan fisik kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Semarang.
Seorang ibu berinisial R mendatangi Kantor Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang untuk mengadukan nasib malang yang menimpa putranya, KA, 13, siswa di sebuah SMP swasta.
KA diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang kakak kelasnya hingga mengalami luka memar serius di sekujur tubuh.
Tangis R pecah saat menceritakan kronologi tragis tersebut di hadapan para wakil rakyat. Ia meminta keadilan serta jaminan keamanan bagi anaknya yang kini mengalami trauma berat.
Kronologi Bullying di Toilet Sekolah
Berdasarkan keterangan R, aksi kekerasan tersebut bermula dari aksi saling ejek di media sosial yang terjadi sejak akhir Februari.
Puncaknya terjadi di lingkungan sekolah, di mana korban KA dibawa oleh para pelaku ke dalam toilet.
Pintu toilet dikunci dari dalam sebelum tiga pelaku melakukan penganiayaan secara brutal.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka lebam di lebih dari delapan titik tubuhnya.
"Ada lebih delapan titik luka di kepala, wajah, dada kanan dan kiri, perut, kaki, serta tangan," ungkap R sambil menunjukkan bukti foto lebam membiru pada tubuh anaknya.
R juga menyayangkan sikap manajemen sekolah yang dinilai lambat dalam merespons kejadian ini.
Pihak keluarga baru dipanggil dan diberitahu mengenai insiden tersebut dua minggu setelah peristiwa pengeroyokan terjadi.
Respons Cepat Komisi D DPRD Kota Semarang
Aduan R diterima langsung oleh anggota Komisi D DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDIP, yaitu Michael, Lely Purwandari, dan Kursin.
Michael menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal kasus ini sampai tuntas.
"Langkah konkret yang akan segera kami tempuh adalah mendatangi pihak sekolah untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi korban perundungan," tegas Michael.
Di sisi lain, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo menyatakan telah mengambil langkah cepat.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi eksternal guna memproses kasus ini secara hukum dan memulihkan kondisi korban. Tiga instansi yang digandeng antara lain:
Kasus ini kini tengah menjadi perhatian publik di Semarang.
Masyarakat mendesak adanya sanksi tegas bagi pelaku serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di lingkungan SMP swasta terkait guna mencegah terulangnya aksi serupa.(den/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#rahmulyo #smp swasta #bullying #DPRD Kota Semarang #perundungan