Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kasus Pelecehan Verbal Mahasiswa Unnes: Korban Diduga Lebih dari Satu Orang, Polisi Turun Tangan

Haryanto • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:21 WIB
Terduga pelaku MF diamankan di pos keamanan kampus Unnes sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi.
Terduga pelaku MF diamankan di pos keamanan kampus Unnes sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi.
RADARMAGELANG.ID, Semarang – Kasus dugaan pelecehan verbal yang melibatkan seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berinisial MF kini tengah menjadi sorotan publik.
Perkara yang sedang ditangani oleh Polrestabes Semarang ini diduga memiliki korban lebih dari satu orang perempuan.
Modus terduga pelaku terungkap setelah salah satu korban berinisial NI, seorang driver Jasa Penitipan (Jastip) dan Antar Jemput (Anjem), berani bersuara dan membagikan bukti percakapan tidak pantas yang dialaminya.
Kronologi Modus Pelecehan Lewat WhatsApp
Peristiwa ini bermula saat NI menerima pesan WhatsApp dari MF pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Awalnya, MF menanyakan ketersediaan layanan jastip.
Sebagai penyedia jasa, NI merespons pesan tersebut secara profesional dan mengabarkan bahwa layanannya sudah tutup.
Namun, percakapan tersebut justru berlanjut ke arah yang tidak pantas.
MF mulai mengajukan pertanyaan sensitif yang melecehkan secara verbal, seperti menanyakan apakah korban hyper hingga menanyakan privasi terkait hubungan badan (HB).
"Saya kaget dan syok. Karena merasa tidak nyaman, saya screenshot (tangkapan layar) percakapan itu lalu saya kirim ke grup Anjem sebagai peringatan agar rekan-rekan berhati-hati," ungkap NI, Kamis (18/6/2026).
Korban Lain Mulai Bersuara
Penyebaran bukti percakapan tersebut menjadi pembuka kotak pandora.
Setelah informasi itu tersebar di komunitas driver, sejumlah perempuan lain mulai menghubungi NI.
Mereka mengirimkan bukti tangkapan layar serupa dan mengaku mendapat perlakuan yang sama dari MF saat memesan jasa antar-jemput.
Solidaritas pun muncul tidak hanya dari sesama driver perempuan, tetapi juga driver laki-laki yang ikut membantu memviralkan kasus ini demi memberikan efek jera kepada pelaku.
Pihak korban juga sempat difasilitasi untuk berkomunikasi dengan perwakilan mahasiswa (KMJS) agar pelaku segera membuat klarifikasi dan permintaan maaf terbuka.
Situasi Kampus Sempat Memanas dan Diikuti Proses Hukum
Kabar yang beredar cepat di media sosial memicu aksi solidaritas masal.
Sejumlah mahasiswa berkumpul di area kampus untuk mendampingi korban sekaligus menuntut klarifikasi langsung dari MF.
Karena jumlah massa yang datang terus bertambah, situasi di lokasi sempat menjadi tidak kondusif.
Guna menghindari tindakan main hakim sendiri, petugas kepolisian bergerak cepat mengamankan MF di pos keamanan kampus sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi.
Saat ini, kasus tersebut resmi ditangani oleh Satreskrim PPA dan PPO Polrestabes Semarang.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif untuk menyelidiki seluruh rangkaian kejadian serta mendata jumlah pasti korban yang terlibat. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#jastip #driver #pelecehan verbal #polrestabes semarang #unnes