RADARMAGELANG.ID, Semarang - Citraland BSB City Semarang kembali melakukan terobosan terdepan membangun perumahan yang sehat dan ramah lingkungan, mengusung konsep inner court (taman di dalam rumah).
Yakni konsep perumahan green building dan yang pertama meraih sertifikasi EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), sebuah standar bangunan hijau internasional.
Head of Marketing Citraland BSB City, Aditya Wibowo mengungkapkan, tren hunian ramah lingkungan saat ini semakin diminati masyarakat kelas menengah atas (middle up hingga up).
Bahkan sebelum membangun konsep inner court tersebut, pihaknya menyerap masukan dari berbagai sisi, mulai marketing, konsumen, perbankan, hingga pemerhati perumahan.
“Ternyata konsep inner court ini yang diinginkan konsumen,” tandasnya.
Menjawab kebutuhan tersebut, CitraLand BSB City Semarang secara resmi memperkenalkan tiga tipe rumah terbaru yang mengusung konsep inner court (taman di dalam rumah), yakni tipe Agatha, Delavera, dan Anila. Ketiganya berada di Cluster Serena Hill.
Untuk memperkenalkan ketiga tipe perumahan tersebut, kata Marketing Promotion CitraLand BSB City, Helmi Yulianto Hadi, digelar open house sekaligus lomba fotografi dengan tema Inner Court Revealed: Life Through Lens”.
Mengusung dua model nasional dari Jakarta dalam lomba dengan lokasi di rumah tipe Delavera dan Anila.
“Lomba foto ini untuk mengungkap secara langsung keunggulan desain hunian yang mengutamakan kesehatan dan efisiensi energi bagi para calon konsumen maupun dengan jurnalis,” katanya.
Perlu diketahui, konsep inner court yang diterapkan ini berfokus pada optimalisasi ventilasi alami dan pencahayaan matahari.
Dengan adanya ruang terbuka di bagian dalam rumah, sirkulasi udara menjadi lebih lancar sehingga penghuni dapat meminimalisasi penggunaan AC.
“Hal itu selasar dengan lingkungan di CitraLand BSB City yang memang sudah sejuk dan bebas polusi. Dengan konsep inner court, kami ingin udara segar dan sinar matahari bisa masuk maksimal ke dalam rumah. Ini bukan sekadar estetika, tapi bagian dari gaya hidup sehat," ujar Helmi.
Tak hanya desain, imbuh Aditya, proyek ini menjadi yang pertama di Semarang yang meraih sertifikasi EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), sebuah standar bangunan hijau internasional.
Sertifikasi ini menjamin adanya penghematan minimal 20 persen pada tiga komponen utama.
Yakni, penghematan energi listrik melalui pencahayaan alami dari sinar matahari yang masuk melalui ventilasi silang yang lenar dan tinggi.
Kemudian hemat air, dengan kelengkapan perangkat sanitasi (seperti kloset) yang didesain khusus untuk efisiensi volume air.
Dan ketiga, saving carbon karena penggunaan material bata ringan yang ramah lingkungan dan rendah polusi dalam proses produksinya.
“Inilah keunggulan konsep hunian Citraland BSB City Semarang,” tandasnya.
Terbukti, meskipun baru diluncurkan pada Januari 2026, penyerapan pasar terhadap ketiga tipe tersebut sangat positif.
Tipe Anila dengan luas lahan 120 meter2 dan luas bangunan 48 meter2, hanya ditawarkan mulai dari Rp 1,8 miliar.
Namun selama promo Maret atau Spesial Ramadan ini, konsumen bisa mendapatkannya di harga Rp 1,6 miliar.
Jika ditambah stimulus bebas PPN, harga efektifnya hanya Rp 1,4 miliar.
“Anila hanya ada 16 unit, sudah laku 50 persennya,” tandasnya.
Baca Juga: Dari Lantai Tanah ke Harapan Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Berikan Rumah Layak untuk Buruh Tani di Susukan
Untuk tipe yang lebih luas, Delavera (LT 120/LB 77) hanya ada 16 unit, kini tinggal 4 unit. Dan tipe premium Agatha (LT 198/LB 140), jumlahnya sangat terbatas. Hanya ada 8 unit dan sudah terjual hampir separuhnya.
“Kami melihat animo masyarakat tetap tinggi karena nilai investasi (capital gain) di kawasan ini bisa mencapai 15 persen per tahun," tambah Aditya.
Dalam acara tersebut, CitraLand BSB City juga menggandeng CIMB Niaga untuk memfasilitasi pembiayaan melalui program Green Mortgage.
Program ini memberikan apresiasi khusus bagi bangunan yang memiliki sertifikat EDGE.
Mortgage Business Manager CIMB Niaga, Edi Suhanto, menyatakan dukungannya terhadap konsep hijau ini dengan memberikan suku bunga yang sangat kompetitif dan skema cicilan yang stabil.
"Kami memberikan suku bunga mulai dari 2,7 persen fiks 3 tahun. Bahkan kami punya pilihan fiks sepanjang tenor hingga 25 tahun dengan bunga di kisaran 8,77 persen.
Jadi konsumen tidak perlu khawatir dengan kenaikan suku bunga (floating) di masa depan," jelas Edi.
Ia juga menambahkan adanya fasilitas instant approval dengan DP mulai dari 10 persen bagi nasabah yang memenuhi kriteria.
“Bahkan dengan DP 0 persen juga boleh, transaksi kami jamin dipermudah, dan cicilan hanya sekitar Rp 6 juta per bulan,” tandasnya.
Edi meyakinkan, kuatnya kerja sama antara Citraland BSB City Semarang, selain mengusung bangunan ramah lingkungan, sejauh ini zero NPL atau nol kredit macet.
Legalitas hunian juga dapat dipertanggungjawabkan.
“Reputasi Citraland BSB City Semarang dapat dipercaya dan angsuran nasabah selalu lancar,” tuturnya.
Karena itulah, melalui inovasi hunian hijau ini, CitraLand BSB City optimistis dapat terus memimpin pasar properti middle-up di Semarang, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. (ida/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo