Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tragis! Siswi SD Islam Swasta Favorit di Kota Semarang Bunuh Diri saat Rumah Sepi

Haryanto • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:58 WIB
 
Photo
Photo
RADARSEMARANG.ID, Semarang -Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater ataupun klinik kesehatan mental.
 
Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) Islam favorit di Kota Semarang berinisial SA, 13,  ditemukan tewas tak wajar, Kamis (11/2/2026).
Belum diketahui motif kejadian ini.
Sementara ini, kematian korban masih dugaan murni gantung diri. 
Bocah berusia 12 tahun itu ditemukan ibunya dalam kondisi menggantung di pintu rumahnya di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. 
Kasatreskrim Polres Demak Iptu Anggah Mardwi Pitriyono membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.
Pihaknya membeberkan, kali pertama yang mengetahui kejadian ini adalah ibu korban yang baru pulang dari bepergian. 
"Ibunya pulang, masuk rumah melihat kejadian itu dan langsung histeris. Ibu korban langsung keluar meminta bantuan tetangganya," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (13/2/2026). 
Pihak kepolisian juga telah mendatangi TKP setelah mendapat laporan kejadian ini. Sedangkan korban juga telah dibawa ke rumah sakit guna dilakukan visum luar. 
"Hasil pemeriksaan mati lemas. Ada oksigen yang berhenti menyuplai ke jaringan tubuh. Serta gangguan pernafasan," katanya 
Pihak dokter juga memastikan kematian korban tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
Sementara ini, dipastikan kematian korban murni gantung diri. 
"Lidahnya tergigit. Kalau orang bunuh diri murni salah satunya itu. Kemudian ada cairan di kelaminnya. Itu sudah dapat dari dokter dari visum luar di RSUD KRMT Wongsonegoro," bebernya.
"Tidak ada tanda-tanda kematian fisik luar itu sudah menunjukan beberapa ciri fisik  kematian gantung diri," tegasnya. 
Terkait, motif korban mengakhiri hidupnya, Kasatreskrim mengaku masih melakukan pendalaman.
Sementara ini, pihaknya memastikan, tidak ada tanda bullying atau kesulitan ekonomi.
"Nggak ada (bullying) jauh dari kata perundungan. Juga dari sisi ekonomi juga sepertinya dilihat dari keterangan warga sekitar bukan Keluarga yang mengalami kesulitan," jelasnya. 
Anggah mengakui, kepolisian sebelumnya telah melakukan penyelidikan di TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi. 
"Korban kondisinya sendirian di rumah ibunya pulang terus melihat korban dalam kondisi seperti itu terus," jelasnya. 
Selain juga membuka rekaman CCTV sekitaran yang ada di lokasi kejadian.
Hasilnya didapatkan, tidak adanya orang lain yang masuk ke dalam rumah tersebut selama ibu korban keluar rumah. 
"Ibunya masuk ke dalam rumah pukul 18.01, dan keluar rumah 18.03. Jadi, ada fase-fase buka pintu dan sebagainya. Misalnya, kalau ada dugaan tindak pidana tidak sesingkat itu," bebernya.
"Dia (korban) tinggal bersama ibu dan dua adiknya masih kecil-kecil. Adiknya ikut sama ibunya, yang satu tidak ada di rumah, yang satu digendong, yang paling kecil sambil masuk ke dalam rumah. Gak ada orang lain, selain ibunya," sambungnya. 
Korban tidak dilakukan otopsi atas permintaan keluarga dan sudah mengikhlaskan musibah tersebut.
Setelah dari Rumah Sakit Wongsonegoro, korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman. 
"Tidak melakukan penyelidikan karena sementara ini dihentikan penyelidikan berdasarkan hasil otopsi dari ciri-ciri fisik kalau kemudian hari ada bukti baru," katanya. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#bullying #Mranggen #siswi sd #gantung diri #Mranggen Demak #demak #meninggal