RADARMAGELANG.ID, Semarang—Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans di Tol Simpang Susun Krapyak Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari.
Sopir bus yang terlibat diketahui masih tergolong baru dalam melayani rute jarak jauh.
Kesaksian ini disampaikan langsung oleh korban selamat kernet bus asal Bumiayu, Brebes, yakni Robi Sugianto, 51.
Menurut warga Dukuh Tengah RT 01 RW 02 Desa Kalisumur, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes ini, sopir baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi rute Bogor–Jogjakarta sebelum kecelakaan terjadi.
Sopir tersebut adalah Gilang Ihsan Faruq, 22, warga Jalan Komplek PJKA RT 01 RW 01 Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Penelusuran Radarmagelang.id di akun Facebooknya, sebelumnya Gilang adalah driver bus PO Al Hijrah jurusan Padang-Jakarta-Bandung.
Dalam insiden ini, sopir kelahiran Lubuk Alung, 27 Januari 2003 ini hanya mengalami luka ringan dan telah dimintai keterangan kepolisian.
Dia dirawat di RSUD dr. Adhyatma atau RS Tugurejo Semarang.
Robi menyebut bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi saat perjalanan.
Sementara itu, suasana IGD RSUD dr. Adhyatma dipenuhi aktivitas penanganan korban, tangis keluarga, langkah cepat tenaga medis, dan aroma obat-obatan bercampur.
Sebanyak sembilan korban luka dirawat, sementara 16 penumpang lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Robi terbaring lemas dengan kaki patah dan kepala dibalut perban, namun kesadarannya tetap penuh.
Ia ditemani keluarga yang menunggu di dekatnya dengan cemas dan penuh harap.
Adapun detik-detik kecelakaan teringat jelas olehnya saat bus tiba-tiba miring ke arah kanan sebelum menghantam pembatas jalan.
Dalam sekejap, bus menabrak pembatas jalan dan membuatnya terjatuh di tengah jalan hingga mengalami patah kaki dan luka di bagian kepala. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto