Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kemah Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Jadi Ruang Kreatif bagi Pelajar

Lis Retno Wibowo • Rabu, 19 November 2025 | 02:45 WIB
Pembukaan  Kemah Sastra: Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah  yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Senin (17/11/2025).
Pembukaan Kemah Sastra: Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Senin (17/11/2025).

RADARMAGELANG.ID, Ungaran - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan Kemah Sastra: Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah selama tiga hari (17-19/11/2025).

Kemah Sastra diikuti 24 peserta yang berasal dari 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Peserta merupakan pemenang mata lomba menulis cerkak dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada Oktober 2025 di Surakarta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kreatif bagi para pelajar untuk memperkuat kecintaan terhadap bahasa daerah. Sekaligus mengasah kemampuan sastra melalui penulisan cerpen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.I.Pem., M.Eng., saat membuka kegiatan  Senin (17/11/2025)  mengatakan melalui Kemah Sastra, generasi muda diajak untuk menjaga, mengembangkan, dan merayakan kekayaan bahasa daerah sebagai identitas budaya Jawa.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah terus mendorong berbagai program sastra, literasi, dan pelestarian bahasa daerah agar tetap hidup, relevan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah atas terselenggaranya Kemah Sastra: Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah.

Diharapkan Kemah Sastra tersebut dapat memberikan manfaat untuk kelangsungan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, agar dapat lestari dan berkembang.

“Karena banyak sekali bahasa daerah yang sudah mulai berguguran, sudah mulai punah, maka kita harus melestarikannya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengungkapkan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mewujudkan program pelindungan bahasa melalui kegiatan Kemah Sastra.

“Kegiatan hari ini merupakan bentuk konkret dan bentuk nyata dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang tidak hanya mengadakan kegiatan yang bersifat seremonial,” kata Laily.

Laily berharap kegiatan Kemah Sastra akan menghasilkan keluaran berupa buku antologi cerpen yang akan diterbitkan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

“Harapan kami, kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa selama tiga hari, mulai hari ini sampai tanggal 19 November, menghasilkan output atau keluaran berupa antologi cerpen,” lanjutnya.

Kemah Sastra dibagi menjadi dua jenjang yang diisi oleh beberapa narasumber. Jenjang SD diisi oleh tiga narasumber, yakni Sudadi, M.Pd., Saroni Asikin, dan Turiyo Ragilputra, S.Pd.

Adapun jenjang SMP diisi oleh Gunawan Budi Susanto, Khoirul Sholeh, S.S., dan Ucik Fuadhiyah, S.Pd., M.Pd. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah #kemah sastra #Sadimin #Dwi Laily Sukmawati