Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Inilah 5 Fakta Perjalanan Bisnis Owner Jajanan Legendaris Semarang “Leker Paimo”yang Sudah Tutup Usia

H. Arif Riyanto • Jumat, 11 April 2025 | 22:47 WIB
Paimo membuat sendiri leker sejak 1978. Awalnya berjualan keliling dengan gerobak dan sepeda, kemudian mangkal di dekat SMA Loyola Semarang.
Paimo membuat sendiri leker sejak 1978. Awalnya berjualan keliling dengan gerobak dan sepeda, kemudian mangkal di dekat SMA Loyola Semarang.

RADARMAGELANG.ID, Semarang—Orang Semarang siapa yang tak kenal Leker Paimo.

Jajanan legendaris ini sudah ada sejak 1978 atau sudah 47 tahun.

Tak mudah Paimo membangun usahanya tersebut.

Jatuh bangun dialami pria kelahiran Blora, 20 Maret 1967 tersebut.

Inilah 5 fakta perjalanan bisnis Leker Paimo yang hingga kini masih populer dan membuat pelanggan setianya sedih atas wafatnya sang pemilik.

1. Leker Legendaris di Semarang

Leker Paimo sudah eksis sejak 1978.

Awalnya Paimo hanya berjualan leker dengan berkeliling menggunakan gerobak kecil dan sepedanya dengan kompor sederhana untuk memasak lekernya.

Pada tahun 1997-1998 akhirnya ia mendapatkan tempat untuk memangkal dengan bangunan semi permanen.

Paimo memanfaatkan tempat tersebut untuk berjualan leker sekaligus menyediakan tempat makan bagi pelanggan.

Keunikan Leker Paimo terletak pada varian isiannya yang unik.

Jika biasanya leker hanya diisi dengan keju, cokelat, atau kacang, Paimo punya cara yang berbeda menyajikan lekernya.

Adonan lekernya sendiri tak berbeda dengan leker tradisional lain.

Adonan tipis yang dimasak dengan wajan berputar menggunakan kompor kecil di bagian bawahnya menghasilkan lapisan yang tipis namun renyah.

Topping Leker Paimo yang bisa diisi seperti martabak telur yang menjadi daya tariknya.

Sehingga para pelanggan yang ingin datang bersama rombongan juga tak perlu khawatir akan selera makan yang berbeda-beda dari setiap anggota keluarganya.

Saat ini Leker Paimo telah memiliki 25 varian mulai dari pisang cokelat, keju abon, keju jagung manis, telur sosis keju, telur sosis tuna, hingga telur sosis mozarella.

Awalnya, leker Paimo hanya tersedia sekitar empat hingga lima varian saja antara lain coklat, pisang cokelat, cokelat kacang, dan keju.

 Inovasi varian rasa ini dilakukan Paimo juga demi mengatasi persaingan usaha.

3. Kue Leker Paimo sampai Luar Negeri

Kue Leker Paimo sudah melanglang buana.

Paimo sering menerima pesanan dari luar kota hingga luar negeri mulai dari Singapura, Australia, bahkan Amerika.

Itu sudah biasa," kata Paimo, beberapa waktu lalu.
Menurut Paimo, leker tersebut tidak dikirimkan langsung olehnya ke negara-negara tersebut.

Ia mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk mendatangi perusahaan jasa pengiriman logistik sekadar untuk mengirimkan leker buatannya.

Oleh karena itu, ia memberi syarat pesanan leker ini harus diambil langsung ke rumahnya oleh kerabat mereka di Indonesia.

4. Jadi Nasabah Pioritas Bank BCA

Pemilik warung leker legendaris ini rupanya memiliki nama lengkap Paimo Al Suparmo.

Sejak usia muda, Paimo telah ikut berjualan dengan salah satu warga keturunan China yang mengantarkannya menjadi penjual leker populer.

Kerja kerasnya dilakukan untuk memberi kehidupan yang layak bagi keluarga, sampai-sampai dirinya kini digadang-gadang menjadi salah satu nasabah prioritas Bank BCA.

Baca Juga: Bupati Magelang Grengseng Pamuji Pimpin Apel Kinerja Perdana dari Ujung Timur

Namun kabar mengejutkan disampaikan pertama kali oleh akun Facebook Kurniawan Xie Yin Kang yang menyebut Paimo telah meninggal dunia pada Kamis (10/4/25).

Pihak keluarga lantas mengonfirmasi kabar tersebut. Dibenarkan bahwa Paimo telah meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025 tepat pukul 03.00 WIB dini hari.

Jenazahnya dimakamkan di hari yang sama di Purwodadi.

5. Duka Cita dari Pelanggan Setia Paimo

Menyelami kabar duka cita atas meninggalnya pemilik Lekker Paimo, begitu banyak informasi yang tersebar lintas media sosial.

Rata-rata netizen yang mengomentari adalah pelanggan Lekker Paimo sejak semasa sekolah dan merasa sedih atas kabar duka tersebut.

"Leker kenangan masa kecil. Dulu sering belu jaman masih SD karena jualan di depan gerbang SD Kebon Dalem. Masih sekitar Rp 50 - Rp 500 per buah lekernya tahun 90an. RIP Paimo," tulis seorang netizen.

"Selamat jalan pak Paimo. Salah satu penggagas kuliner legend di kota Semarang. Mantan lekernya. Tidak ada duanya. Terima kasih Mbah Mo (sebutan akrab pak Paimo). Sudah melayani anak-anak sekolah sejak kami SMA di Loyola selalu dengan senyum dan ramah," timpal netizen lainnya. (aro)


 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Leker Paimo #makanan khas #meninggal dunia #kuliner semarang #jajanan legendaris