RADARMAGELANG.ID, Semarang – Setelah pemilik usaha kuliner legendaris Kota Semarang Leker Paimo meninggal, Kamis (10/4/2025) pukul 03.00 lalu, bagaimana Nasib usahanya?
Apakah ada penerusnya?
Jawa Pos Radar Semarang mengunjungi rumah pria yang meninggal dalam usia 58 tahun itu cukup megah.
Namun kondisinya sepi.
Terlihat tenda masih terpasang.
Tiga karangan bunga, salah satunya dari Bank BCA terlihat di depan rumah pria kelahiran 20 Maret 1967 tersebut.
Sementara papan pengumuman kematian juga masih terpasang.
Baca Juga: 13 Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan, Begini Cara Mengolahnya
Beberapa kandang burung menghiasi rumah Paimo.
Salah seorang keponakan Paimo, Edi Sasongko, 27, menceritakan, Paimo meninggal karena sakit.
Sempat dirawat di Rumah Sakit Telogorejo Semarang sekitar 10 hari.
Hingga menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (10/4) pukul 03.00.
Keluarga sangat merasa kehilangan.
Apalagi kepribadian Paimo sangat baik kepada saudara-saudaranya.
"Apalagi semua karyawan, saudara-saudaranya diajarkan membuat leker yang legendaris," jelas pria asal Purwodadi ini.
Dikatakan, usaha leker kembali dibuka setelah peringatan tujuh hari.
"Usaha leker ini diteruskan oleh Bu Paimo, kalau di rumah ini kan untuk online, di depan itu diteruskan oleh ibu, biasanya sama Pak Paimo juga," tandasnya.
Ketua RT 4 RW 2 Kelurahan Jagalan Diyan Kurniawan mengungkapkan, sebelum meninggal, kondisi kesehatannya memang sempat menurun.
Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Mengonsumsi Jantung Pisang Ternyata Baik Untuk Kesehatan, Salah Satunya Untuk Mengontrol Kadar Gula DarahDuku
"Mungkin sakitnya komplikasi, sudah lama sakitnya itu, sebelumnya di Panti Wilasa, lalu di RSWN, dan terakhir di Tlogorejo, sering bolak-balik ke rumah sakit pas puasa," jelasnya.
Selama dirawat di rumah sakit, isteri dan saudaranya bertanggungjawab di warung leker Paimo.
"Sehingga tetap jalan selama Pak Paimo sakit," jelasnya.
Warga sangat kehilangan Paimo. Karena di mata warga, Paimo merupakan pribadi yang baik dan ramah. Bahkan, suka membantu apabila ada acara 17an.
"Beliau juga dermawan, karena saat pembangunan masjid juga ikut berdonasi," jelasnya.
Menurutnya, Leker Paimo merupakan jajanan legendaris yang enak dan murah.
"Saya di sini baru delapan tahunan, tetapi saya rasa lekernya enak," ujarnya. (fgr/aro)
Editor : H. Arif Riyanto