RADARMAGELANG.ID, Semarang—Lagi, diduga bayi hasil hubungan gelap, ditemukan telah meninggal di dalam kotak atau boks yang dimasukkan dalam tas warna hitam.
Jazad bayi laki-laki itu ditemukan di kamar kos Jalan Gangin RT 05 RW 04 Bangetayu Wetan, Genuk, Kota Semarang, Senin (7/4/2025) sekitar pukul 01.00.
Belakangan diketahui, bayi tersebut hasil hubungan gelap TY, 19, asal Desa Karangdawa, Margasari, Kabupaten Tegal dengan pacarnya, Moh, warga Jangli Krajan, Karanganyar Gunung, Candisari, Semarang.
Moh sendiri kini bekerja di Kalimantan.
Informasi yang diperoleh Radarmagelang.id di lapangan, kasus penemuan mayat bayi ini terungkap saat saksi GPD, 20, warga Jangli Krajan, Karanganyar Gunung, Candisari, Kota Semarang mendapat pesan WA (WhatsApp) dari TY, Minggu (6/4/2025) malam.
Saat itu, TY sedang berada di pinggir Polder Pasar Waru Sawah Besar, Gayamsari.
Ia mengaku akan bunuh diri nyebur ke polder.
GPD pun mencoba mencegahnya.
Sekitar pukul 24.00, GPD bergegas datang ke Polder Pasar Waru.
Di lokasi sudah ada petugas Polsek Gayamsari dan warga yang mencegah TY nyebur ke polder.
Selanjutnya GPD dan TY dibawa ke Polsek Gayamsari.
Saat itulah terungkap, jika TY hendak bunuh diri nyebur ke polder lantaran mengalami depresi.
Terungkap juga jika TY menyimpan orok hasil hubungan intim dengan pacarnya, Moh, di kamar kos.
Orok tersebut dilahirkan Rabu, 19 Maret 2025 antara pukul 01.30 -03.40 di kamar kosnya diduga dengan cara digugurkan.
Selanjutnya, sekitar pukul 07.00, Moh keluar mencari kotak boks warna hitam dan memasukkan orok tersebut.
Sebelumnya, orok dibungkus tas kresek hitam.
Boks berisi orok itu lalu dimasukkan ke dalam tas warna hitam.
Pasca kejadian itu, pada 25 Maret 2025, Moh kabur ke Kalimantan.
Ia bekerja di tempat cucian mobil milik pakdenya.
Sejak ditinggal itu, TY depresi dan mencoba bunuh diri dengan nyebur ke polder.
Beruntung, bisa dicegah warga.
TY sendiri mengenal Moh lewat sosial media.
Keduanya sudah berhubungan sekitar 2 tahun. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto