Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jalan Jangli Krajan Berbatasan dengan Tol Jatingaleh Semarang Longsor, 16 Jiwa Harus Mengungsi

Figur Ronggo Wassalim • Kamis, 20 Maret 2025 | 20:15 WIB
Jalan yang berbatasan dengan Jalan Tol Jatingaleh di Jangli Krajan RT 9 RW 5, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang longsor, Kamis (20/3/2025) pagi.
Jalan yang berbatasan dengan Jalan Tol Jatingaleh di Jangli Krajan RT 9 RW 5, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang longsor, Kamis (20/3/2025) pagi.

RADARMAGELANG.ID, Semarang- Lisyawati, warga Jangli Krajan X RT 9 RW 5, Kelurahan Karanganyar Gunung, Candisari, Kota Semarang syok.

Ia harus mendapat perawatan dari tenaga kesehatan pasca jalan di depan rumahnya yang berbatasan langsung dengan Jalan Tol Jatingaleh longsor, Kamis (20/3/2025) pagi.

Lisyawati bersama 5 KK atau 16 orang yang merupakan keluarga besarnya terpaksa harus mengungsi.
Mereka adalah kakak, adik, ibu, dan anak-anak mengungsi di rumah tetangganya.
"Saya belum tahu tidurnya nanti bagaimana? Saya masih syok, tensi naik semua, kami ke sini hanya membawa badan dan surat-surat penting," ujarnya.
Longsor terjadi Kamis (20/3/2025) pagi sekitar pukul 06.30.
Sebelumnya, sejak Rabu (19/3/2025) malam, dirinya sudah merasa akan adanya longsor.
"Karena tanahnya sudah gerak menurun semalam, parahnya subuh tadi," jelasnya.
Diakui, sejak 18 tahun tinggal di rumahnya, baru kali pertama ini longsor.
"Karena sudah lama ada retakan di jalan, kami berharap cepat diperbaiki jalannya, biar bisa ditinggali rumahnya," harapnya.
Baca Juga: Jalan Longsor, Mobil Tak Bisa Lewat
Baca Juga: Tebing Setinggi 6 Meter di Gemawang Temanggung Longsor, Timpa Empat Rumah
Ketua RT 9 RW 5 Endro Suntoro menceritakan, dirinya mendapat laporan dari warga ada penurunan muka tanah 3 - 5 sentimeter pada Rabu (19/3/2025) malam.
Sekitar pukul 22.00, terjadi penurunan muka tanah secara drastis.
"Malam tadi sambil menunggu sahur, kami mengimbau warga yang terdampak untuk berjaga untuk antisipasi longsor segera tinggalkan tempat," jelasnya.
Kemudian Kamis (20/3) sekitar pukul 06.00 ada longsor sedikit. Dan, pada pukul 06.30 longsor besar terjadi.
"Kami menghubungi pihak kelurahan dan pihak tol, langsung ditinjau," jelasnya.
Dikatakan, di wilayah yang terjadi longsor tidak ada tanda-tanda seperti retakan.
Justru di wilayah bawah atau sebelah selatan, ada retakan sejak bertahun-tahun lalu.
"Retakan ini sudah lama. Bahkan sampai ke Musala Al-Barokah. Justru yang longsor ini tidak ada tanda-tanda," jelasnya.
Baca Juga: Longsor di Wonoboyo Temanggung, Tutup Akses Jalan
Baca Juga: Dua Bencana Longsor sempat Tutup Akses Jalan di Kecamatan Kepil dan Kaliwiro, Wonosobo
Camat Candisari Cipta Nugraha mengungkapkan, atas kejadian longsor, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disperkim Kota Semarang, BPBD Kota Semarang, dan pihak tol.
"Kami juga menghadirkan Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya.
Pelaksana Jasa Marga Tollroad Maintenance Doni Sugiharto menjelaskan, longsor yang terjadi sepanjang 100 meter, dengan ketinggian sekitar 10 meter.
Penanganan sementara, yakni penutupan areal retakan longsor menggunakan terpal supaya air tidak merembes.
"Sehingga mencegah longsoran lebih luas," ujarnya.
Pihaknya mengupayakan terucuk bambu ataupun karung yang diisi pasir ke area yang longsor. Sehingga menahan areal longsor tidak bergerak semakin parah.
"Kami berharap penanganan sementara ini longsor tidak tambah parah. Lokasi ini masih aman dari jalur tol pemudik," tuturnya. (fgr/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#Tol Jatingaleh Semarang #jalan longsor #warga mengungsi #jalan putus #jalur mudik