RADARMAGELANG.ID, Semarang - Aksi tawuran perang sarung kembali marak di Kota Semarang.
Aksi tersebut berhasil digagalkan kepolisian dan para pelakunya berhasil diamankan.
Kejadian terbaru, sebanyak 14 orang remaja tanggung diamankan anggota Polsek Gayamsari, Kamis (6/3/2025) sekitar pukul 02.00.
Remaja tersebut diduga akan melakukan aksi perang sarung dengan kelompok lain.
Belasan remaja tersebut diamankan ketika sedang bergerombol di Tanggung Rejo Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari.
Hasil pemeriksaan hanya ditemukan lima sarung yang sudah diikat ujungnya, namun tidak berisi benda lain.
"Mereka akan melakukan tawuran perang sarung. Rata-rata masih pelajar, SMK, SMA, ada SMP," ungkap Kapolsek Gayamsari Kompol Hengky Prasetyo Kamis (6/3/2025).
Terungkapnya kasus ini bermula saat anggota piket fungsi dan opsnal Reskrim Polsek Gayamsari bersama Pam Swakarsa melalukan patroli malam.
Tujuannya untuk mengantisipasi adanya aksi kenakalan remaja, termasuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Saat patroli ditemukan adanya sekelompok remaja sedang bergerombol yang diduga akan melakukan tawuran di Jalan Tanggung Rejo. Selanjutnya diamankan di Polsek Gayamsari untuk dimintai keterangan lebih lanjut," bebernya.
Selain itu, petugas juga menemukan logo atau bendera gangster bernama "Cikago Gengster 2022" yang dibawa belasan remaja tersebut.
Namun tidak ditemukan benda membahayakan, seperti halnya senjata tajam.
"Tidak ada senjata tajam, hanya sarung dan bendera gengster. Saat ini mereka masih di Polsek untuk dilakukan pembinaan. Karena masih anak-anak, masih sekolah kita interogasi, kita panggil orangtuanya," tegasnya.
Infomasi yang diperoleh, di hari yang sama juga terjadi aksi tawuran antar remaja di Jalan Kyai Saleh, persisnya samping TPU Bergota, Semarang Selatan, Kamis (6/3/2025) sekitar pukul 02.00.
Sebagian berhasil diamankan, dan sebagian lainnya berhasil kabur.
Padahal, sehari sebelumnya juga terjadi aksi tawuran di wilayah sama, Jalan Kyai Saleh Rabu (5/3/2025).
Selain itu, aksi tawuran antar remaja terjadi di Jalan Madukoro, Semarang Barat, Rabu (5/3/2025).
Kemudian, aksi tawuran di Karanggawang, Kedungmundu, Minggu (2/3/2025).
Tawuran tersebut juga saling serang menggunakan kembang api petasan.
Hari yang sama, enam remaja tanggung menyerang warga dan diringkus anggota Polsek Gunungpati, Minggu (2/3/2025).
Lurah Tambakrejo Sukiswo menyatakan bahwa di wilayahnya telah dibangun posko jaga.
"Posko jaga ini dilakukan pada pukul 22.00 - 03.00 di Rumah Dinas Lurah, setiap malam hampir 30 orang yang melakukan jaga," ujar Sukiswo.
Di wilayah Tambakrejo sering terjadi tawuran antara Kampung Cilosari Kelurahan Kemijen, Semarang Timur dengan Kampung Tanggungrejo, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari.
Berlangsung di lokasi perlintasan rel kereta api.
"Sehingga kita berjaga di sekitar rel situ," ujarnya.
Ia berharap melalui posko jaga ini menjadi rasa nyaman kepada masyarakat.
Apalagi, di perlintasan kereta api antara Kampung Cilosari, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur dengan Kampung Tanggungrejo, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari ini menjadi langganan area tawuran. (mha/fgr/ton)
Editor : H. Arif Riyanto