Diguyur Hujan Deras, Jembatan dan Talut di Bendan Duwur Kota Semarang Longsor, Seperti ini Kondisinya
Figur Ronggo Wassalim• Rabu, 29 Januari 2025 | 23:25 WIB
Jalan Talangsari RT 2 RW 1 Kelurahan Bendan Duwur, Gajahmungkur, Kota Semarang longsor.
RADARMAGELANG.ID, Semarang--Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang mengakibatkan jembatan dan talut di Kampung Talangsari RT 2 RW 1 menuju RW 6, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, ambrol.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua titik yang ambrol secara berdekatan.
Yakni jembatan dan talut.
Keduanya berbatasan dengan Kaligarang.
Longsor terjadi Rabu (15/1/2025) pukul 19.00.
Longsor dikarenakan hujan deras yang cukup lama, menyebabkan aliran Kaligarang meluap.
Menyebabkan talut dengan panjang 30 meter di wilayah RT 3 RW 6 longsor.
Selain itu, talut Jalan Talangsari RT 2 RW 1 yang memiliki panjang 15 meter juga longsor hingga berimbas akses jalan menyempit.
Setelah dua minggu, jalan ambrol semakin parah, bahkan amblas sedalam 50 sentimeter dan terbelah sepanjang 20 meter.
Padahal sudah diurug empat truk dump.
Selain itu, jembatan semakin miring.
Dikhawatirkan akan ambruk ke sungai.
Warga berharap segera diperbaiki.
Plt Lurah Bendan Duwur Anis Kartika Ningrum menjelaskan, jembatan yang memiliki panjang 30 - 40 meter ini sudah diperbaiki pada 2023 lalu dengan anggaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang sebesar Rp 1,2 miliar.
Tak jauh dari jembatan, talut di Jalan Talangsari RT 2 RW 1 mengalami longsor.
Longsoran ini sudah lama terjadi, sejak Desember 2024.
"Talut jalan dan jembatan ini nyambung, Mas. Posisinya dekat dengan sungai, talut jalan longsor memiliki panjang 10 - 15 meter. Akibatnya, tiga rumah terdampak longsor di dekat bantaran sungai. Beruntung tidak ada korban jiwa," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (29/1/2025).
Saat ini, talut longsor di Jalan Talangsari RT 2 RW 1 sudah tertutup terpal oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.
Anis yang juga Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Gajahmungkur ini menambahkan, untuk jembatan yang ambrol, talut dan rumah warga yang terdampak, pihaknya sudah melaporkan ke dinas terkait.
"Jembatan itu sudah diperbaiki, tapi ambrol lagi sekitar enam bulan yang lalu, kami sudah melaporkan ke dinas terkait," ujarnya.
Sementara talut yang longsor akan dianggarkan pada 2026 melalui Musrenbang.
"Kalau yang jembatan ini kami usulkan perbaikan ke dinas teknis," imbuhnya. (fgr/aro)