RADARMAGELANG.ID, Semarang - Memasuki usia ke-112 tahun, Muhammadiyah semakin mempertegas perannya untuk berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tema yang diusung kali ini ialah Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua.
"Muhammadiyah ingin menghadirkan suasana di tengah masyarakat yang sejahtera lahir dan batin masy yang makmur serta bagaimana Muhammadiyah hadir dijadikan peran sekecil apapun untuk kemakmuran bangsa," jelas Ketua PW Muhammadiyah Jateng Dr. KH. Tafsir M.Ag. kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (17/11/2024).
Setelah sukses dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, kali ini fokusnya pada penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Tafsir menyebut, Muhammadiyah berkomitmen untuk menjawab salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat, yaitu minimnya lapangan pekerjaan.
Melalui berbagai program strategis, Muhammadiyah berencana mendorong pengembangan ekonomi kreatif, dan lainnya.
"Kalau kita tanya masyarakat apa persoalan paling banyak adalah lapangan kerja, artinya banyak warga negara Indonesia ini belum sepenuhnya menikmati kemakmuran yang dicapai meskipun dalam umur 79 tahun," imbuhnya.
Menurutnya, Muhammadiyah bakal hadir sekecil apapun perannya, yang pasti tujuannya untuk kemakmuran masyarakat.
"Muhammadiyah akan membantu hadir bagaimana memakmurkan bangsa ini, itu filosofi latar belakang kenapa Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua menjadi tema yang diangkat Muhammadiyah dalam miladnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, fokus Muhammadiyah kali ini bakal diarahkan pada bidang ekonomi.
Yakni, dengan meluncurkan berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Termasuk pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM, serta kerja sama dengan sektor swasta untuk menciptakan peluang kerja, dan lainnya.
"Program-program Muhammadiyah sekarang diarahkan ke bidang ekonomi, setelah mapan di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Sekarang kita banyak memulai untuk program ekonomi, mulai dari pemberdayaan umkm kemudian membuat unit-unit bisnis yang bisa ditempuh Muhammadiyah baik di dunia kesehatan maupun di bisnis retail," tegasnya.
Tafsir menambahkan angka 112 tahun tentu angka yang tidak muda lagi.
Namun sangat matang untuk memberikan yang terbaik bagi semua.
Menurutnya peran dan dampak kiprah Persyarikatan Muhammadiyah terhadap negeri tentu tak diragukan lagi.
Sebab itu, harus lebih bersemangat dalam mencapai kemakmuran bersama.
"Namun, semua pasti sependapat bahwa 112 tahun bukanlah angka untuk titik henti. Masih terlalu banyak PR, baik itu internal Persyarikatan maupun problem bangsa. Kita akan bahu-membahu menjadikan Muhammadiyah sebagai wasilah untuk menghadirkan kemakmuran bagi semua," jelas Tafsir.
Menurutnya, kemakmuran adalah isu krusial negeri ini.
Karena itu, gerakan membangun dan menguatkan Jama'ah, Jariyah dan Jami'yah diupayakan sekuat tenaga menjadi ikhtiar massif dan sistematis.
Bila gerakan ini lakukan dengan serius dan ikhlas, dampak positif terhadap kemakmuran pasti bisa dirasakan.
Langkah kedua dalam mewujudkan kemakmuran bagi semua adalah membangun Jariyah.
Baik jariyah dalam bentuk AUM maupun BUMM.
Muhammadiyah sudah saatnya membangun pilar keempat dalam dakwahnya, yaitu pilar ekonomi atau industrialisasi.
"Industrialisasi di hulu yang diharapkan menjadi amunisi pendanaan program dalam menggerakkan Persyarikatan," akunya
Selain itu, Tafsir juga memahami pentingnya kepemimpinan.
Dengan memimpin, seseorang akan punya kuasa untuk membuat kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Jadi, Muhammadiyah memahami betapa pentingnya kepemimpinan, betapa pentingnya politik itulah mengapa Muhammadiyah berpartisipasi aktif untuk menghadirkan situasi politik yang kondusif dan berkualitas," bebernya.
Di tengah maraknya pesta demokrasi yakni pemilihan kepala daerah (Pilkada) kali ini, pihaknya mendorong kalangan Muhammadiyah untuk berpartisipasi aktif.
"Karena bagi Muhammadiyah masalah politik kekuasaan juga penting, tapi Muhammadiyah tidak akan mengarahkan warganya ke calon tertentu," katanya.
Secara organisasi atau kelembagaan, kata dia, Muhammadiyah bersikap netral. Namun warganya atau kader Muhammadiyah ini diminta ikut serta menyukseskan Pilkada.
"Maka Muhammadiyah menggerakkan warganya untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada dan memberi ruang yang seluas-luasnya untuk calon gubernur dan wakil gubernur serta (calon) bupati dan wakil bupati, (calon) wali kota dan wakil wali kota. Selama itu ada peluang, silakan bisa diambil untuk mencalonkan diri, dan kepada warganya untuk menggunakan hak pilihnya secara jujur dan bertanggung jawab," tegasnya.
Selain itu, banyaknya kader Muhammadiyah yang dipilih masuk dalam kabinet pemerintahan yang baru juga menjadi angin segar.
Salah satunya Prof Abdul Mu'ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dengan demikian kepercayaan pemerintah pusat kepada Muhammadiyah tentu sangat baik.
Begitu pula para kader bisa membuat kebijakan yang prorakyat. (kap/ton)
Editor : H. Arif Riyanto