RADAR
Di salah satu lembaran tertulis besar “Maafkan Aku Karena Telah Bunuh Diri.”
Itulah pesan terakhir mahasiswa semester 5 Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang (Unnes) Very Ivandi Sinaga, 20, sebelum nekat gantung diri, Kamis (3/10/2024).
Pemuda asal Kelurahan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di kusen pintu kamar kos milik Kurniyati di Gang Pisang RT 02 RW 03, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Teman satu kos korban, Donny Satria Utama, 34, kepada wartawan mengatakan, korban Very baru satu tahun tinggal di kos tersebut.
Korban diketahui alumnus SMA Imanuel Pontianak, Kalimantan Barat.
Menurut pria yang ber-KTP Jalan Sampangan Baru IV, Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang ini, selama ini Very dikenal sebagai mahasiswa yang tertutup.
"Orangnya tertutup, jarang berinteraksi dengan penghuni kos lain," katanya.
Donny menceritakan, sebelum korban ditemukan gantung diri, dirinya keluar untuk membeli makan.
Nah, saat kembali ke kos, dia terkejut saat dilapori kejadian tersebut.
Diakui, selama ini dirinya jarang bertemu dengan Very meski tinggal dalam satu kos.
Biasanya Donny bertemu saat Very ke kamar mandi luar.
Ia mengaku bertemu korban terakhir kali sekitar dua atau seminggu lalu.
Saat itu, korban habis dari kamar mandi dan sempat disapanya.
Menurut pengakuan Donny, selama ini korban suka bermain game di dalam kamar.
Setiap subuh, ia selalu mendengar suara Very masih bermain game.
Namun dirinya tidak tahu apa yang dimainkan oleh Very.
"Anaknya suka main game. Kalau lagi main game suaranya kenceng,” akunya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang (Unnes) Very Ivandi Sinaga, 20, ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya, Kamis (3/10/2024) sekitar pukul 17.45.
Pemuda asal Kelurahan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu bunuh diri dengan cara gantung diri di kusen pintu kamar kos milik Kurniyati di Gang Pisang, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Belum diketahui penyebab korban berbuat nekat tersebut.
Informasi yang dihimpun, kasus gantung diri ini diketahui bermula saat kakak korban yang tinggal di Jogja sekitar pukul 09.00 mengirim WA kepada saksi Maryanah, 39, pengelola rumah kos warga Sekaran.
Saat itu, kakak korban menanyakan kondisi adiknya, Very Ivandi.
Sebab, saat dikirimi WA, sang adik tidak pernah membalas.
Begitu di WA kakak korban, saksi Maryamah pun mencoba mengetuk pintu kamar korban namun tidak ada respon.
Kondisi pintu kamar korban terkunci dari dalam, dengan lampu kamar padam.
Saat itu, saksi belum curiga apa-apa.
Baru pada pukul 17.45, saksi Maryamah kembali mengetuk pintu kamar korban.
Nah, saat itulah saksi melihat ada tali yang terikat d kusen pintu dan melihat kaki manusia menggantung.
Tentu saja, Maryamah panik.
Ia pun memanggil saksi Doni Satria Utama, 34, teman kos korban.
Lewat jendela kamar, Doni melihat korban sudah dalam kondisi tergantung dengan kabel wifi yang diikatkan di kusen pintu.
Kejadian itu pun dilaporkan kepada ketua RT dan ketua RW serta Bhabinkamtibmas kelurahan setempat.
Tak berselang lama petugas tiba di lokasi kejadian, termasuk tim medis dari Puskesmas Gunungpati.
Hasil pemeriksaan tim medis, dipastikan korban meninggal murni gantung diri.
Saat ditemukan, mayat korban sudah kaku, dan diperkirakan meninggal sejak pukul 12.00 WIB
Di lokasi ditemukan kabel wifi warna putih yang dipakai untuk gantung diri.
Selain itu, juga ditemukan karta tanda mahasiswa (KTM) Unnes dan buku diary. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto