Tragis! Lagi Ngelas Truk Tangki, Tiba-Tiba Meledak dan Terbakar, Seorang Pekerja di Bangetayu, Genuk, Semarang Tewas Mengenaskan
H. Arif Riyanto• Sabtu, 31 Agustus 2024 | 00:41 WIB
Sebuah truk tangki meledak dan terbakar saat dilakukan perbaikan pengelasan di sebuah bengkel las di Bangetayu, Genuk, Kota Semarang. Diduga dalam tangki itu masih ada sisa BBM.
RADARMAGELANG.ID, Semarang - Sebuah truk tangki meledak dan terbakar saat dilakukan perbaikan pengelasan.
Diduga dalam tangki itu masih ada sisa BBM.
Akibat kejadian ini, seorang tukang las meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Korban berinisial S, warga Widuri, Bangetayu, Genuk, Semarang.
Kejadiannya di tempat kerja korban, dekat rumahnya, Jumat (30/8/2024) sekitar pukul 15.00.
Informasi yang diperoleh, korban meninggal seketika di TKP.
Bahkan, bagian tubuh korban ada yang sampai lepas.
Sedangkan tangki yang meledak juga hangus.
Bagian kap mesin dan bodi rusak parah.
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan, korban meninggal di TKP.
"Iya, korban tukang las. Meninggal di TKP," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (30/8/2024).
Kapolsek membeberkan, kejadian bermula saat korban sedang beraktifitas melakukan perbaikan truk tangki.
Tiba-tiba truk tangki tersebut meledak dan terbakar.
"Korban ngelas bodi-bodi mobil, kanan kiri, gerinda tangki juga itu mau dicat ulang. Rencananya seperti itu. Terus tangki itu meledak," bebernya.
Kendaraan tersebut milik pelanggannya yang sudah masuk bengkel sejak beberapa hari lalu untuk dilakukan perbaikan.
Terlihat, tangki tersebut hangus.
"Itu truk tangki, masuknya sejak dua hari lalu, Rabu Sore masuk, hari ini (Jumat) masih dalam proses dikerjakan. Tangki milik orang lain," katanya.
Selain suara ledakan, kobaran api cukup besar.
Asap hitam pekat sempat menyelimuti lokasi lokasi kejadian.
Sebagian genteng rumah juga porak poranda.
Sementara, pihak kepolisian juga telah mendapat laporan dari warga dan sekarang ini masih dalam penanganan.
"Ini kita masih melakukan olah TKP bersama Inafis Polrestabes Semarang, dibantu BPBD. Masih dilakukan penyelidikan," ujarnya. (mha/aro)