RADARMAGELANG.ID, Semarang – Ini tindakan yang tak pantas dicontoh.
Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan.
Pihak Kampus Unnes Semarang langsung turun tangan melakukan penelusuran.
Terduga pelaku berinisial J.
Kejadian ini ramai menjadi perbincangan di salah media sosial X atau Twitter, Selasa (20/8/2024).
Akun Twitter tersebut juga menuliskan penjelasan, dengan mencantumkan beberapa tangkapan layar percakapan dari korban, pelaku, hingga pihak lain yang berusaha mengonfirmasi.
Diketahui peristiwa terjadi pada Desember 2023.
Kronologi tersebut menjelaskan awalnya korban menumpang J yang katanya akan mengantar ke rumah teman korban.
Ternyata korban dibawa ke kos J.
Hingga kemudian, terjadi persetubuhan beberapa kali hingga esok paginya.
Akibat kejadian tersebut, juga tertulis korban mengalami depresi hingga berdampak pada kesehatan dan harus berobat ke rumah sakit.
Bahkan, sampai enggan berangkat sekolah.
Pihak kampus Unnes yang mendapat informasi tersebut langsung turun tangan, dan mengambil langkah, termasuk akan melakukan sidang etik kepada J.
Melalui rilis, juga menyebutkan kejadian tersebut ramai diperbincangan medsos, terkait dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Unnes.
"Unnes memberikan perhatian serius dengan melakukan langkah-langkah berikut. Tim Etik Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Tim Seksi Kemahasiswaan Unnes, dan Tim Etik Unnes telah bekerja dengan menggali informasi dari berbagai sumber agar memperoleh informasi yang benar dan berimbang," kata Kepala Humas Unnes Rahmat Petuguran dalam keterangannya, Rabu (21/8/2024).
Hari itu juga, Selasa (20/8/2024), Tim Kemahasiswaan juga langsung menggali informasi melalui pemilik akun Twitter atau @araoulette dan mengupayakan pertemuan dengan korban agar dapat memperoleh informasi lebih detail.
Pertemuan direncanakan dilakukan pada Rabu (21/8) siang.
"Pada Rabu (21/8) pukul 08.00, Tim Etik FIK telah menghubungi terduga pelaku untuk mendapatkan informasi lebih detail. Komunikasi juga dilakukan melalui orang tau terduga pelaku," jelasnya.
Dikatakan, Tim Etik FIK akan mendalami dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk memastikan kesahihan informasi dan memperoleh informasi secara berimbang.
Manakala berdasarkan informasi tersebut ditemukan indikasi kekerasan atau pelecehan seksual atau bahkan tindak pidana pemerkosaan, Unnes akan melakukan sidang etik. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto