Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Begini Pengakuan Pemilik Kos Tempat Dokter Muda RSUD Kardinah Aulia Risma, Mahasiswi Spesialis Anestesi FK Undip Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

Haryanto • Kamis, 15 Agustus 2024 | 21:44 WIB
Korban dr Aulia Risma Lestari dan rumah kos di mana korban ditemukan meninggal di Jalan Lempongsari Raya RT 2 RW 4 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Korban dr Aulia Risma Lestari dan rumah kos di mana korban ditemukan meninggal di Jalan Lempongsari Raya RT 2 RW 4 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

RADARMAGELANG.ID, Semarang – Ini cerita pemilik kos di mana mahasiswi spesialis anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), dr Aulia Risma Lestari, 30, warga Kota Tegal ditemukan meninggal diduga bunuh diri.

Pemilik kos tersebut bernama Anton Widijantono, 56.

Sedangkan rumah kos tersebut berlokasi di Jalan Lempongsari Raya RT 2 RW 4 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Lokasi persis rumah kos dua lantai itu di sebelah Kantor Kelurahan Lempongsari.

Menurut keterangan Anton, dirinya mengetahui kejadian itu setelah mendapat kabar dari rekan korban, yang juga menghuni rumah kos.

Pada Senin (12/8/2024) malam sekitar pukul 23.00, teman korban tersebut hendak pinjam kunci cadangan untuk membuka pintu kamar kos korban.

"Ada penghuni kos di sini curiga, dia teman kos sering komunikasi. Kok dari tadi tidak keluar kamar, dikiranya luar kota atau apa. Tidak tahu. Tapi kalau HP-nya dihubungi tidak bisa, tidak diangkat, tidak dijawab," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (15/8/2024).

Langkah ini dilakukan teman korban lantaran merasa khawatir terjadi sesuatu.

Namun setelah mendapat kunci serep dari pemilik kos, pintu kamar korban tidak bisa dibuka lantaran terkunci dari dalam, dan kunci masih menempel di lubang pintu kamar. 

"Malam itu, dia pinjam kunci cadangan, karena dia wanita, ya monggo. Ternyata dikunci dari dalam, terus manggil tukang kunci," bebernya. 

Setelah pintu berhasil dibuka, korban terlihat terbaring di spring bed.

Namun, kondisinya sudah tidak bergerak. 

Posisi korban njingkrung, miring, dengan selimut di kaki.

"Setelah dibuka, penghuni kos (korban) keadaan seperti orang tidur. Cuma dipegang tidak respon. Saya perasaan sudah tidak enak," katanya. 

Selanjutnya Anton menyampaikan temuan itu ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Lempongsari, diteruskan ke Polsek Gajahmungkur, dan Inafis Polrestabes Semarang.

Selanjutnya dilakukan olah TKP.

Hasilnya, dokter muda RSUD Kardinah Kota Tegal itu dinyatakan meninggal dengan cara bunuh diri. 

Di kamar kos korban, ditemukan buku catatan harian, satu botol Serum Roculax, HP, laptop, suntikan yang masih ada sisa cairan serum, sejumlah obat dari RSI Sultan Agunng Semarang, dan surat dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pemerintah Kota Tegal.

Anton menyebut, korban menempati rumah kos miliknya sekitar setahun.

Namun Anton mengaku, jarang berinteraksi dan komunikasi dengan penghuni kos. 

"Kos di sini sudah setahunan. Kalau saya tidak interaksi langsung dengan anak kos, tapi istri saya," katanya. 

Sementara itu, penjaga rumah kos, Sumarsono menjelaskan, sehari-hari korban terlihat pendiam.

Ketika keluar kos pagi hari dan pulang malam hari, dimungkinkan kesibukan aktivitasnya. 

"Terakhir ketemu hari minggu (11/8/2024). Kalau hari Senin tidak kelihatan. Terakhir melihat keluar kamar Minggu," katanya. 

Sebelumnya, menanggapi kejadian bunuh diri ini, Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena membenarkan.

Pihaknya juga menegaskan, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. 

"Benar, ada bunuh diri, yang bersangkutan menyuntikan obat ke badannya sendiri. (Pintu kamar tertutup), memang waktu kita buka, di dalam dibongkar dulu kuncinya," katanya. 

Kasatreskrim juga menyampaikan, masih melakukan penyelidikan terkait penyebab korban nekat melakukan bunuh diri. 

"Terkait dengan informasi mengenai perundungan masih kita cek, karena yang bersangkutan itu informasinya memang sakit dan yang bersangkutan itu ikut beasiswa. Informasinya yang bersangkutan sudah tidak kuat lagi atau bagaimana mau kita cek lagi, benar apa tidak," katanya. (mha/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#GAJAHMUNGKUR #Lempongsari #Fakultas Kedokteran Undip #spesialis anestesi #Aulia Risma Lestari #bunuh diri #Kota Semarang 3 #RSUD Kardinah Kota Tegal #rsup kariadi #Roculax