Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Sebelum Ditemukan Meninggal, Mahasiswi Spesialis Anestesi FK Undip Dokter Aulia Risma sempat Curhat dengan sang Kekasih di Buku Harian, Ini Isinya

H. Arif Riyanto • Kamis, 15 Agustus 2024 | 19:39 WIB
Curhatan dr Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) di buku harian yang ditemukan di kamar kos.
Curhatan dr Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) di buku harian yang ditemukan di kamar kos.

RADARMAGELANG.ID, Semarang—Sebelum ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Lempongsari Raya, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/8/2024), dr Aulia Risma Lestari banyak menulis keluh-kesahnya selama menempuh Program Pendidikan Spesialis (PPDS) Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) di buku harian.

Dokter muda RSUD Kardinah Kota Tegal tersebut juga curhat kepada sang pacar lewat tulisan.

Buku harian dr Aulia ini ditemukan polisi di kamarnya.

Selain itu, ditemukan sisa cairan obat penenang yang sempat disuntikkan ke tubuhnya.

Ada dugaan, dokter kelahiran Tegal, 10 Mei 1994 itu nekat bunuh diri karena tak kuat di-bully seniornya selama kuliah spesialis anestesi.

Polisi yang melakukan penyelidikan, menemukan sejumlah petunjuk, korban mengakhiri hidup dengan menyuntikkan obat penenang, diduga karena mengalami perundungan.

“Wajahnya biru-biru sedikit sama pahanya, seperti orang tidur, posisi miring,” kata Kapolsek Gajahmungkur Kompol Agus Hartono, Rabu (14/8/2024).

 Kompol Agus menyebut ditemukan buku harian korban.

Catatannya salah satunya berisi keluh kesah korban, beratnya menjadi mahasiswi kedokteran dan menyinggung urusan dengan seniornya.

“Anak itu sudah minta resign, keterangan dari ibunya, sudah curhat. Kedua (penyebab) mungkin menghadapi seniornya, kan perintahnya (senior) sewaktu-waktu, minta ini, itu, ini, itu, keras,” beber Kompol Agus.

Baca Juga: Mahasiswi Spesialis Anestesi Fakultas Kedokteran Undip Bunuh Diri di Kamar Kos, Korban Dokter Muda RSUD Kardinah Kota Tegal
Berikut ini curhatan dr Aulia Risma Lestari dalam buku hariannya yang ditujukan untuk sang kekasih.

 Mas, aku nggak bisa sendirian.

Mas, aku lelah.

Aku menangis setiap malam.

Aku tidak mau menunggu lebih lama lagi dengan berurai air mata.

Kalau nanti aku nggak ada.

Maafkan perbuatanku selama ini.

Aku sayang sama kamu.

Maafkan aku……

Tolong jangan lupakan aku terlalu cepat.

Semoga kamu mendapat penggantiku dengan lebih baik.

Aku sangat menjunjung tinggi kemanusiaan.

Tetapi disiksa, manusia saling mengabaikan.

Mengabaikan aku, padahal aku manusia.

Aku manusia mas.

Aku ingin diperlakukan sebagai manusia.

Aku berusaha semampuku.

Mas tau, punggungku selalu kesakitan.

Tapi aku tidak mau dikasihani.

Orang lain pun tidak peduli.

Aku yang menahan sakitnya.

Aku masih harus bekerja.

Seperti seolah aku orang sehat.

Aku ingin tenang.

Aku ingin penyiksaan ini berakhir.

Tuhan, ampuni hamba-Mu.

Tuhan, bukannya aku tidak beriman.

Tapi rasa sakitnya begitu besar harus kutanggung setiap hari.

Aku tidak sanggup dengan rasa sakitnya.

Aku tidak bisa berdiri sendiri tanpamu.

Aku sangat lemah.

Aku sebegitu rapuhnya.

Aku nggak bisa menanggung semuanya sendiri.

Aku Lelah dengan semua yang harus kulalui.

Mas tahu, jalannya masih sangat panjang.

Mas tahu, ini berat banget buat aku.

Aku minta maaf, aku yang terlalu lemah.

Aku sudah berusaha semampuku.

Tapi sampai kapan aku harus pulang.

Ataupun bekerja dengan berurai air mata?

Aku sakit, aku sakit dipandang sebelah mata setiap hari.

Aku sakit, tidak dilihat, tidak disapa,

Padahal aku berdiri di depannya.

Aku nggak pernah menyesali takdir di mana kita dipertemukan.

Aku sangat berterima kasih untukmu yang menemaniku di saat aku betul-betul banyak belum pulih saat itu.

Aku masih ingat, bagaimana pertemuan pertama, kedua, ketiga, keempat, dan sampai sekarang.

Banyak yang kamu berikan untukku, di saat tidak ada orang lain yang mendukungku.

Terima kasih untuk semuanya.

Terima kasih untuk bersedia dekat denganku.

Maafkan aku, yang sering memarahimu.

Maafkan aku, yang sering membentakmu.

Maafkan aku, yang sering merepotkanmu setiap hari.

Aku sangat bergantung kepadamu.

Aku tidak bisa menjadi sebab untuk diriku sendiri untuk tetap hidup.

Aku masih ingin melakukan banyak hal untuk hidupku, untuk mas, untuk keluargaku.

Tapi rasa sakitnya begitu besar.

Setiap hari kadarnya tidak berkurang.

Aku hanya tidak ingin sakit lagi.

Aku hanya tidak ingin menangis lagi.

Aku ingin hidup sebagai manusia biasa.

Semoga kita dipertemukan lagi.

Semoga Tuhan mengampuniku. (*)

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#buku harian #perundungan #Lempongsari #Fakultas Kedokteran Undip #spesialis anestesi #Aulia Risma Lestari #bunuh diri #bully #RSUD Kardinah Kota Tegal