Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Mahasiswi Spesialis Anestesi Fakultas Kedokteran Undip Bunuh Diri di Kamar Kos, Korban Dokter Muda RSUD Kardinah Kota Tegal

H. Arif Riyanto • Kamis, 15 Agustus 2024 | 05:40 WIB
Ucapan duka cita dari RSUD Kardinah Kota Tegal atas meninggalnya dr ARL di kamar kos di Jalan Lempongsari Raya, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (12/8/2024) malam.
Ucapan duka cita dari RSUD Kardinah Kota Tegal atas meninggalnya dr ARL di kamar kos di Jalan Lempongsari Raya, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (12/8/2024) malam.

RADARMAGELANG.ID, Semarang—Mahasiswi spesialis anestesi Fakultas Kedokteran Undip dr. ARL, 30, ditemukan meninggal di kamar kos di Jalan Lempongsari Raya, Kelurahan  Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang Senin (12/8/2024) malam. 

Warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal ini diduga tewas bunuh diri.

Mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi Undip di RSUP dr Kariadi Semarang ini meninggal di kamar kos lantai 2 no 9 sekitar pukul 23.00.

Korban ditemukan meninggal bermula pada Senin (12/8/2024)sekitar pukul 07.00, teman korban dr. NKP, 33, warga Pedurungan, Semarang menerima telepon dari rumah sakit Undip tempat korban bekerja.

Saat itu, dr NKP diminta  mengecek keberadaan korban yang saat itu harus melakukan pekerjaan di rumah sakit tapi tidak bisa dihubungi.

Selanjutnya, dr NKP menuju kos korban di Lempongsari.

Namun diketuk berkali-kali, korban tak membukakan pintu.

Semula saksi mengira korban berada di kos satunya di wilayah Tembalang, Semarang.

Namun pada pukul 21.00, saksi AS, 36,  warga Penarukan, Adiwerna, Kabupaten Tegal mengecek di kos Tembalang,  namun korban juga tidak ada.

Karena penasaran, dr NKP dan AS lantas menghubungi pemilik kos di Lempongsari, AW, 56.

Saat itu, teman korban bersama pemilik kos mencoba membuka kamar kos korban dengan kunci cadangan.

Namun setelah dicoba buka oleh AW, tidak bisa karena posisi kunci masih nyantel dari dalam kamar.

Akhirnya sekitar pukul 23.00, dibantu tukang kunci, pintu kos berhasil dibuka.

Alangkah terkejutnya mereka, mendapati korban dalam kondisi meringkuk d iatas tempat tidur.

Selanjutnya pemilik kos meminta bantuan penghuni kos lainnya, dr. SDW, 38, warga Kramatsari, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan yang juga seorang dokter.

Saat dilakukan pengecekan, korban sudah meninggal.

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Gajahmungkur diteruskan ke Tim Inafis Polrestabes Semarang.

Kemudian dilakukan olah TKP, ternyata korban sudah meninggal diduga dengan cara bunuh diri.

"Itu pacarnya juga kaget, nangis. Katanya juga beberapa hari terakhir korban ini terdengar sering nangis di dalam kamar," terangnya.

Selanjutnya, korban dievakuasi dimasukan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut.

Menanggapi dugaan kejadian dugaan bunuh diri ini, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena membenarkan.

Pihaknya juga menegaskan, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

"Benar, ada bunuh diri, yang bersangkutan menyuntikkan obat ke badannya sendiri. (Pintu kamar tertutup), memang waktu kita buka, di dalam dibongkar dulu kuncinya," katanya.

Kasatreskrim juga menyampaikan, masih melakukan penyelidikan terkait penyebab korban nekat melakukan bunuh diri.

"Terkait dengan informasi mengenai perundungan masih kita cek karena yang bersangkutan itu informasinya memang sakit dan yang bersangkutan itu ikut beasiswa. Informasinya yang bersangkutan sudah tidak kuat lagi atau bagaimana mau kita cek lagi, benar apa tidak," katanya.

Dari buku harian yang ditemukan, korban banyak mengeluh dan tidak kuat.

Di dalam kamar juga ditemukan surat dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pemerintah Kota Tegal, obat-obatan, termasuk satu buah suntikan yang masih ada sisa cairan serum.

Korban sendiri diketahui dokter di RSUD Kardinah Kota Tegal. (*/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#buku harian #Fakultas Kedokteran Undip #spesialis anestesi #RSUD Kardinah Kota Tegal