RADARMAGELANG.ID, Semarang - Warga Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang digegerkan adanya seseorang pria yang memasak dan memakan daging kucing.
Tak hanya satu ekor, pria yang juga pengusaha kos ini sudah menyantap 10 ekor kucing dalam kurun waktu satu tahun.
Pemilik kos tersebut bernama Nur.
Yang bersangkutan telah diamankan oleh petugas kepolisian, Rabu (7/8/2024).
Nur dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut.
"Penanganan perkara lebih lanjut kita serahkan ke Polrestabes Semarang," ungkap Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Raharjo di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/8/2024).
Kapolsek membeberkan, awal terungkapnya kejadian ini setelah kepolisian mendapat informasi dan laporan dari masyarakat terkait adanya seorang pria yang memakan daging kucing.
Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya yang bersangkutan diamankan.
"Awalnya kita muter-muter ada di dua titik ada di Kelurahan Sekaran dan Kalisegoro. Akhirnya terdeteksi orang yang memakan kucing itu di wilayah Kelurahan Sekaran RT 1 RW 1," jelasnya.
Kapolsek melaporkan temuan kejadian ini ke Polrestabes Semarang, dan diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang untuk dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selanjutnya, kepolisian mengumpulkan keterangan para saksi, termasuk pemilik rumah.
"Akhirnya kita mengerucut kepada diduga pelaku ini. Kemudian kita mintai keterangan dan yang bersangkutan juga mengakui sudah mengonsumsi daging kucing sudah berkali-kali, dengan tempo yang tidak sama. Kurang lebih 10 kali dalam satu tahun," bebernya.
Informasi yang diperoleh, salah satu penghuni kos sempat pernah memergoki Nur memasak daging kucing.
Kemudian penghuni mendekati dan merekam Nur memasak daging kucing.
Bahkan sempat ditanya alasan makan daging binatang.
"Saya tanya, kenapa kok makan daging kucing, pengakuan yang bersangkutan untuk menurunkan kadar gula yang katanya sakit diabetes. Katanya sudah enak badan dan sebagainya, dan menyampaikan mengonsumsi daging kucing untuk menurunkan kadar gula saya," sambungnya.
Terlihat kondisi rumah kos tersebut sangat memprihatinkan.
Bangunan tembok warna hijau, bersebelahan dengan joglo yang juga terlihat tumpukan perkakas perabotan rumah tangga.
Rumah kos tersebut juga sepi.
Tak nampak terlihat penghuni yang menyewa kamar rumah kos tersebut.
Sedangkan lokasi tempat memasak daging kucing berada di bagian belakang rumah, yang berdekatan dengan aliran pembuangan air selebar kurang lebih satu meter.
Juga terlihat masih ada tulang-tulang bekas hewan kucing yang disembelih dan dimakan juga dibuang di aliran sungai tersebut.
Sebagian sisa tulang-tulang, termasuk kepala kucing juga masih ada yang tertinggal di lokasi menyembelih dan memasak kucing tersebut.
Selanjutnya, tulang-tulang tersebut dimasukkan ke dalam kantong oleh petugas kepolisian sebagai barang bukti.
"Barang bukti olah TKP yang dikumpulkan untuk mendukung proses penyelidikan kasus ini supaya tidak ada kendala selanjutnya. Di antaranya, bekas bekas tulang dari daging kucing yang dimakan. Kemudian alat-alat untuk eksekusi, antara lain sabit, palu, magic com yang katanya pelaku untuk memasak daging tersebut juga diamankan," ujarnya. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto