Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bikin Konten Horor Rumah di Manyaran, Kota Semarang, Lima Youtuber Dilaporkan ke Polda Jateng

Haryanto • Senin, 22 Juli 2024 | 06:55 WIB

 

Photo
Photo

RADARMAGELANG.ID, Semarang - Lima kreator konten dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah oleh warga Pedurungan berinisial AH, 27.

Pelaporan tersebut buntut dari pembuatan video konten tentang rumah AH di Jalan Abdurrahman Saleh, Manyaran, Kota Semarang yang disebut sebagai rumah horor. 

"Sudah saya laporkan ke Ditreskrimsus Polda Jateng, undang-undang ITE, atas dugaan pembuatan konten hoaks dan memviralkan, yang berdampak rumah saya tidak laku dijual," ungkap AH, anak pemilik rumah kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (21/7/2024). 

Lima kreator konten yang dilaporkan adalah tiga channel Youtube berinisial JK, JA, FC, dan dua akun tiktok inisial KM99 dan tiktok live ZS. 

AH menjelaskan, ia mengetahui adanya masalah ini setelah mendapat kiriman link Youtube unggahan konten tersebut dari kerabatnya,pada 3 Mei 2024.

Kemudian, melakukan pengecekan dan mendapati konten-konten tersebut baik di media sosial maupun YouTube

"Mereka membuat konten semacam kesetanan, memvideokan rumah saya terbengkalai, rumah tidak berpenghuni, ada banyak setan dan lain-lain. Sehingga rumah saya yang saat ini dijual menyebabkan tidak laku," bebernya.

Menurutnya, rumah tersebut berdiri sejak 2006.

Kemudian ditinggalkan kosong sejak sekitar enam bulan lalu untuk dijual seharga Rp 4,3 miliar.

Menurutnya, ketika ditinggalkan, rumah tersebut dalam keadaan rapi dan digembok.

"Dia masuk ke rumah saya juga tanpa sepengetahuan saya, tanpa izin dari saya atau dari pihak keluarga, atau perusahaan, karena rumah itu atas nama perusahaan. Kondisinya jadi berantakan, acak-acakan. Ada juga sisa-sisa dupa waktu saya cek ke sana," jelasnya. 

Dampak adanya video konten tersebut, bangunan rumah tersebut tidak laku dijual.

Padahal sudah banyak calon pembelinya yang kemudian mundur mendadak setelah melihat konten tersebut. 

"Sudah ada (calon) pembeli 8 orang. Sudah ada yang nawar, tapi akhirnya dengan adanya konten konten ini tidak ada yang mau beli. Buyer ini mendadak mundur," ujarnya. 

AH mengaku, sudah mengirimkan pesan singkat ke akun kreator konten tersebut untuk memberikan klarifikasi.

Namun, menurutnya belum ada yang memberikan respon hal tersebut. 

"Sudah mencoba komunikasi dengan mereka, lewat aplikasi instagram (DM). Klarifikasi apa yang dilakukan di situ. Gak ada tanggapan, gak ada respon sama sekali," katanya. 

Selain pelaporan di Ditreskrimsus, AH juga mengadukan lima kreator konten tersebut ke Ditreskrimum Polda Jateng Senin (15/7/2024).

Alasannya, adanya barang-barang berharga di rumah tersebut yang hilang usai ditinggal pindah. 

"Ketika rumah itu masih digembok ada beberapa unit AC, TV, emas. Tapi ketika saya ke sana melihat rumah saya, itu sudah berantakan dan ada barang yang hilang. Ada 9 AC hilang, kalung emas 28 gram milik ibu saya, sama televisi 26 inch merek Toshiba, hilang. Tapi saya gak tahu siapa mereka itu," jelasnya.

Pelaporan ke Ditreskrimsus Polda Jateng dibuktikan dengan surat tanda penerimaan aduan tertulis, Nomor : STPA/449/V/2024/Ditreskrimsus.

Pelaporan tersebut kini dilimpahkan ke Polrestabes Semarang lewat Surat Pelimpahan Pengaduan Masyarakat bernomor B/7629/VI/RES.7.4/2024/Ditrekrimsus.

Sementara, Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena juga mengatakan adanya kasus tersebut dan sedang dalam penanganan.

"Iya benar ada, masih kami dalami," katanya singkat. (mha/ton) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#horor #youtuber #rumah horor #Ditreskrimsus Polda Jateng #Konten Horor #manyaran #polda jateng #kota semarang #konten kreator