RADARMAGELANG.ID, Semarang- Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Selasa (12/3) hingga Kamis (14/3) mengakibatkan limpasan air di Banjir Kanal Timur (BKT) ke pemukiman warga.
Seperti di Kelurahan Tambakrejo, ribuan warga terdampak banjir.
Bahkan, ada yang mengungsi di aula kelurahan, tepatnya di lantai dua Kantor Kelurahan Tambakrejo Jalan Purwosari V.
Tak jauh dari sana, warga juga yang mengungsi di Musala Nurul Hidayah.
Salah seorang warga RW 3 Tambakrejo, Desi, memilih mengungsi di aula kelurahan lantaran di jalan depan rumahnya ketinggian air hampir sedada atau satu meter.
Sedangkan di rumahnya, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Selain itu, tidak ada tempat tidur di rumah yang ia tinggali.
Karena kasurnya basah dan barang-barang berharganya tidak dapat diselamatkan.
Desi bersama dua anaknya, ibu, kakak, dan adiknya mengungsi sejak Rabu (13/3/2024) malam.
"Di aula kelurahan ini Alhamdulillah difasilitasi tikar untuk tidur," katanya.
Dikatakan, banjir yang terjadi kali ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.
"Banjir kali ini sangat tinggi, dulu di rumah tidak sampai masuk airnya," ujarnya.
Kustiani, warga Tambakrejo RT 5 RW 3 mengungsi di Musala Nurul Hidayah, karena ia sedang sakit jika terus-menerus terkena banjir.
"Alhamdulillah di sini tempatnya nyaman, musala ini kan baru dibangun," katanya.
Kutiani juga mengakui banjir tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Dulu air tidak sampai masuk rumah. Banjir kali ini masuk rumah, dan jalan terendam cukup dalam," ujarnya.
Lurah Tambakrejo Sukiswo mengungkapkan, pihaknya memberikan fasilitas warga untuk mengungsi di aula kelurahan.
Tercatat, ada 2 KK atau 10 warga yang mengungsi di aula kelurahan.
Sedangkan di Musala Nurul Hidayah ada 4 KK.
Pihaknya masih berkoodinasi dengan dinas terkait untuk mendirikan posko di depan SPBU Kaligawe dan pelayanan kesehatan.
"Jika ada bantuan konsumsi kami distribusikan ke warga. Kami berharap warga tetap menjaga kesehatan, apalagi ini masih puasa," katanya. (fgr/aro)
Editor : H. Arif Riyanto