RADARMAGELANG.ID, Semarang – Ada-ada saja aksi Nafa Safaroh Shafa Az Zahra, 22.
Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini nekat memanjat Tower TV Unissula Semarang, yang berlokasi di belakang Gedung Fakultas Teknik Industri Unissula.
Tentu saja, aksi gadis asal Desa Kalisat Kidul, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara ini membuat gempar warga kampus di Jalan Kaligawe Raya, Genuk, Kota Semarang tersebut
Banyak yang mengira, aksi gadis yang memanjat tower berketinggian lebih dari 100 meter itu hendak bunuh diri.
Ternyata dugaan itu salah.
Mahasiswi itu nekat memanjat tower dengan alasan untuk melakukan riset adrenalin.
"Dia mahasiswi, inisial S, usianya 22 tahun. Alasannya, bukan bunuh diri, hanya untuk riset. Tapi riset apa, masih kita lakukan pendataannya," ungkap Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (4/3/2024).
Terlihat, kejadian ini menjadi tontonan banyak orang.
Begitu menerima laporan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan pihak Polsek Genuk tiba di lokasi kejadian.
Setelah diturunkan, selanjutnya Nafa Safaroh langsung dimasukan ke dalam mobil ambulans kampus setempat untuk dilakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.
Informasi yang diperoleh, aksi Nafa Safaroh kali pertama diketahui oleh sekuriti kampus, Faizin, 35, sekuriti Unissula bagian parkir Fakultas Teknik Industri.
Saat itu, saksi melihat adanya perempuan memanjat tower TV, depan Fakultas Kedokteran sekitar pukul 14.15.
Selanjutnya, kejadian itu disampaikan ke rekan kerjanya, Sakti Wibowo Arum, 50, sekuriti Gedung Fakultas Teknik Industri.
Nafa Safaroh sempat dilakukan bujuk rayu supaya turun.
Namun tak mendapat respon.
Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Genuk, dan diteruskan ke petugas Damkar Kota Semarang guna dilakukan proses evakuasi.
Hingga akhirnya, gadis berkerudung tersebut turun sendiri di tanah bersemak-semak sekitar pukul 15.15.
Kasie Penyelamatan, Damkar Kota Semarang Listyono mengaku mendapatkan laporan tersebut sekitar pukul 14.28.
Pelaporan tersebut langsung ditindaklanjuti dan melakukan assesment peralatan.
Setelah berkoordinasi dengan Polsek Genuk, lalu menuju lokasi kejadian.
"Saat sampai lokasi, orangnya posisi masih di ketinggian sekitar 20-25 meter. Tadi dari saksi awal, sudah sampai di ujung, sekitaran 100 meter lebih. Terus turun sendiri," katanya.
Menurutnya, sesampainya di lokasi, gadis tersebut belum turun.
Listyono bersama anggotanya menghalau orang sekitar untuk tidak teriak-teriak menyuruh turun.
Alasannya, dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kondisi atau emosional gadis tersebut.
"Kalau diteriaki, orang itu dalam kondisi tidak stabil, khawatirnya kalau tidak naik, bisa juga justru akan loncat. Awalnya, mau kita bujuk untuk turun, tapi dia malah turun sendiri," katanya.
"Setelah turun, kita tanya, jawabanya hanya mengetes adrenalin saja. Sambil ketawa-ketawa gitu. Jadi, kestabilan emosinya juga meragukan. Karena apapun dia harus kita selamatkan," ujarnya. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto