RADARMAGELANG.ID, Semarang—Bulan Ramadan tinggal sepekan lagi.
Umat muslim pun menyambut datangnya bulan puasa ini dengan penuh suka cita.
Seperti yang dilakukan ratusan santri anak usia dini hingga remaja di sebelas TPQ yang mengikuti Tarhib Ramadan di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (3/3/2024).
Para santri bersama ustadz dan ustadzah antusias berjalan kaki mengenakan berbagai kostum dan atribut karnaval.
Seperti busana muslim, kembang manggar, mobil hias, kelompok drumband, rebana, dan lainnya.
Sambil diiringi berbagai lagu salawat, mereka antusias berjalan kurang lebih sejauh dua kilometer.
Rutenya dari SD Al-Firdaus Jalan Watukaji hingga Gedung Serba Guna Patriot Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik.
Ketua Panitia Tarhib Ramadan Kelurahan Gedawang Kartika Puspitasari menjelaskan, ini adalah kegiatan rutin setiap tahun untuk menyambut Bulan Suci Ramadan.
"Kegiatan ini sempat vakum pada Pandemi Covid-19, sekarang kita selenggarakan lagi," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dikatakan, kegiatan Tarhib Ramadan bekerja sama dengan Forum Silaturrahmi Majlis Muslimah Gedawang (Forsi Rahma), Forum Silaturrahmi Masjid Musala Gedawang (Fostam), PAUD, TPQ dan Pemerintah Kelurahan Gedawang.
“Tujuan kegiatan ini untuk mempererat tali silaturrahmi antar TPQ dan Majlis Ta'lim yang ada di Kelurahan Gedawang,” ujarnya.
Selain itu, kata Kartika, kegiatan ini juga untuk memacu minat dan bakat santri TPQ dengan berbagai perlombaan.
Seperti lomba tahfidz, lomba adzan, lomba mewarnai, lomba kaligrafi, serta lomba karnaval. "Yang terdaftar ada 250 santri. Kami berharap semakin banyak TPQ dan Majlis Ta'lim yang berperan di Tarhib Ramadan," harapnya.
Lurah Gedawang Abdul Mukti sangat mengapresiasi gelarnya Tarhib Ramadan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memacu semangat syiar Islam untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.
Selain itu, lanjut Abdul Mukti, berbagai perlombaan yang digelar memacu semangat para orang tua dan anak di Kelurahan Gedawang.
Karnaval juga melibatkan semua Ketua RW untuk menilai.
Beberapa juri disebar di start, belokan, dan finish.
Sehingga jurinya profesional.
"Yang dinilai antara lain banyaknya anak, semangat saat karnaval, dan keunikannya," ujarnya.
Warga juga semangat mengikuti, sehingga memantik mereka untuk mengajak anak-anaknya dalam menyambut bulan Ramadan.
"Karena di dalam Hadis disebutkan, siapa yang bersuka cita atas kedatangan Bulan Ramadan, maka diharamkan jasadnya di neraka," katanya. (fgr/aro)
Editor : H. Arif Riyanto