RADARMAGELANG.ID, Semarang— Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berencana pensiun setelah masa akhir jabatan pada 2024 ini.
Mbak Ita juga tidak berencana maju menjadi calon wali kota dalam Pilwalkot Semarang 2024.
Sebelum menjadi wali kota, Mbak Ita sendiri sudah menjabat wakil wali kota sejak 2016 berpasangan dengan wali kota Hendrar Prihadi.
Setelah menyelesaikan periode 2016-2021, duet Hendi-Ita kembali maju dalam Pilwalkot periode 2021-2026 pada 9 Desember 2020.
Saat Pilwalkot 2020, paslon Hendi-Ita menjadi calon tunggal alias melawan kotak kosong.
Hasilnya, paslon Hendi-Ita menang telak 91,6 persen melawan kotak kosong yang hanya mendapatkan 8,4% suara.
Pasangan ini dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Semarang periode kedua oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat (26/2/2021).
Nah, di tengah perjalanan, Wali Kota Hendrar Prihadi ditunjuk menjadi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP) pada Oktober 2022.
Akhirnya, Mbak Ita menjadi Plt wali kota Semarang.
Setelah tiga bulan menjadi Plt wali kota Semarang, Mbak Ita resmi dilantik menjadi wali kota masa jabatan 2021-2026 oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (30/1/2023).
Sebelumnya, Mbak Itu diprediksi bakal nyalon lagi menjadi wali kota pada Pilwalkot November 2024 mendatang.
Sebab, dari berbagai survei, Perempuan kelahiran Semarang, 4 Mei 1966 itu selalu berada di puncak.
Misalnya, survei lembaga AKSARA Research and Consulting pada Mei 2023, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mendapatkan elektabilitas tertinggi, sebagai tokoh yang layak memimpin Kota Semarang pada Pilkada 2024.
"Hevearita mendapatkan tingkat keterpilihan sebesar 26,3 persen," kata Direktur Eksekutif AKSARA Research Hendri Kurniawan saat itu.
Hanya saja, kata dia, meski elektabilitas Hevearita tertinggi, tokoh yang justru difavoritkan oleh pemilih muda dalam survei kali ini adalah A.S. Sukawijaya atau Yoyok Sukawi.
AKSARA Research and Consulting menggelar survei persepsi publik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang pada 5-15 Mei 2023.
Survei tersebut melibatkan 400 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 4,9 persen.
Hendri Kurniawan mengatakan pada survei sebelumnya yang khusus memotret persepsi politik anak muda Hevearita paling difavoritkan memimpin Kota Semarang.
AKSARA Research pada Januari 2023 melakukan survei terhadap persepsi anak muda di Kota Semarang menjelang Pilkada 2024.
Saat itu, Hevearita mendapatkan tingkat keterpilihan tertinggi sebesar 25,7 persen.
“Walaupun respondennya berbeda, survei saat ini memotret persepsi dari seluruh pemilih, tapi ada tren penurunan dukungan dari anak muda terhadap Hevearita,” ungkapnya.
Hendri mengungkapkan, hal berbeda justru didapatkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin.
Mantan Kepala Dinas Binamarga dan Pekerjaan Umum Kota Semarang ini mengalami tren kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan survei sebelumnya.
Saat itu, Mei 2023, elektabilitas Iswar mencapai 13,8 persen, dalam survei Januari 2023 hanya 9,2 persen.
“Elektabilitas Sekda Kota Semarang ini kenaikannya cukup lumayan, banyak didukung oleh kalangan pemilih tua,” ungkapnya.
Hendri menuturkan, dalam survei kali ini ada tokoh baru mendapatkan dukungan dari responden, yaitu Achmad Yudi Suwarso. Perwira Polisi itu mendapatkan angka keterpilihan sebesar 4,4 persen.
Menurutnya, munculnya tokoh baru itu menggambarkan bahwa kontestasi politik dalam Pilkada Kota Semarang masih cukup dinamis.
“Pertarungan Pilkada masih sangat dinamis dan terbuka, semua tokoh punya peluang,” ujarnya. (*/aro)