RADARMAGELANG.ID, Semarang- Ilham, 23, warga Kota Semarang tewas dengan cara tragis, Kamis (22/2/2024) sekitar pukul 03.30.
Tubuhnya terdapat dua luka bacokan setelah terlibat perkelahian dengan orang tak dikenal di depan Hotel Just Inn Jalan Kartini, Karangturi, Semarang Timur.
Selain korban tewas, ada satu orang yang mengalami luka, Rizki Ginanjar, 23, warga Jalan Arumsari, Sambiroto, Kecamatan Tembalang.
Pemuda ini mengalami luka tusuk pinggang kiri.
Sekarang masih menjalani perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang.
Sedangkan pelakunya belum terungkap.
Sekarang penanganan kasus tersebut dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Semarang.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena mengatakan pelaku masih dalam penyelidikan.
"Iya, korban dua orang. Satu meninggal, satu luka, masih dalam perawatan. Ini kalau dilihat dari kejadiannya memang terkait dengan kesalahpahaman. Ini masih kita dalami terkait motifnya. Nanti juga kita periksa saksi-saksi, korbannya (dirawat)," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (22/2/2024).
"Untuk pelaku sampai dengan saat ini masih kita pelajari dari berbagai CCTV. Nanti kita sampaikan lagi untuk perkembangannya," imbuhnya.
Sedangkan kejadian ini bermula saat korban Ilham check-in di kamar B1B lantai 1 Hotel Just Inn, Kamis (22/2/2024) sekitar pukul 00.58.
Korban check-in bersama perempuan berinisial ADS, warga Sambiroto, Kecamatan Tembalang.
Tidak lama kemudian, korban keluar hotel dan berkumpul dengan sejumlah rekannya.
"Korban check in dengan seorang wanita. Selepas check in keluar duduk di depan hotel. Nongkrong di situ, minum miras ciu," ungkap Kapolsek Semarang Timur Iptu Iwan Kurniawan di lokasi kejadian.
Informasi yang diperoleh, ada enam orang termasuk korban yang kumpul bareng sembari menenggak miras.
Selain itu, ada seorang perempuan.
Selang tidak lama, datang dua orang tak dikenal berboncengan sepeda motor.
Keduanya tidak mengenakan helm.
Pembonceng membawa sajam jenis celurit.
"Kemudian terjadi cekcok sampai terjadi pembacokan. Dibacok berapa kali belum kita ketahui, tapi korban mengalami luka," bebernya.
Aksi tersebut sempat terekam kamera CCTV.
Dua orang tak dikenal ini mendatangi tongkrongan korban dan terjadi keributan.
Satu orang masih berada di atas kendaraan, dan satunya turun membawa celurit.
Rekan-rekan korban ada yang melerai dan mengejar yang membawa sajam.
Sedangkan korban berada di belakang, jalan kaki menuju arah dua orang tersebut.
Namun sesampai di depan Toko Ndog Klimis, tiba-tiba korban jatuh tersungkur tertelungkup.
Pelaku yang masih ribut dengan rekan korban kembali mendatangi korban Ilham.
Pelaku membabi buta membacok dua kali ke tubuh korban Ilham yang masih terkapar.
Sedangkan yang di atas motor melaju dengan kencang, kemudian melindas tubuh korban.
Setelah itu, dua orang tersebut meninggalkan korban.
"Korban sempat masuk ke dalam hotel dan keluar lagi setelah terjadi keributan pertama depan hotel. Kemudian korban ambruk (depan toko Ndog Klimis). Dua orang ini kembali lagi, dan membacok korban. Ada dua tusukan di pinggang sebelah kiri dan satu luka belakang kepala," bebernya.
Kemudian, korban Ilham dibawa ke RSUP dr Kariadi menggunakan ojek online guna mendapatkan perawatan medis.
Namun, korban sudah meninggal dalam perjalanan.
Sedangkan korban Rizki mengalami luka bacok saat melerai keributan.
"Ketika di TKP korban masih hidup, tapi saat perjalanan meninggal," katanya.
Pihak kepolisian mengetahui kejadian ini setelah adanya laporan dari pihak RSUP dr Kariadi.
Dari Polrestabes Semarang diteruskan ke Polsek Semarang Timur dan Unit Inafis Polrestabes Semarang.
Selanjutnya, dilakukan olah TKP.
Barang bukti uang diamankan di TKP, sisa satu botol berisi miras, sarung sajam celurit sekitaran setengah meter, dan selembar kain seprei yang terdapat darah korban.
Di TKP depan Toko Ndog Klimis juga masih terlihat jelas bekas darah korban.
"Untuk penanganan selanjutnya di Polrestabes Semarang. Motifnya apa kita juga belum tahu, saksi-saksi semua di Polrestabes Semarang," ujarnya. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto