Bengkel Diaspora Muda Penggerak Literasi ini diikuti 40 peserta dari dua sekolah. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah, mengenalkan profil Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah kepada peserta dari SILN Kinabalu dan Davao.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik untuk mengawali kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Sekolah Indonesia Luar Negeri. Kegiatan ini juga merupakan bentuk upaya penginternasionalan bahasa Indonesia,” ujar Ganjar.
Bengkel Diaspora Muda Penggerak Literasi tersebut mendapat apresiasi positif dari Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Malaysia (SIKK), Dadang Hermawan, M.Ed., dan Kepala Sekolah Indonesia Davao, Filipina, Daulat Siregar, M.Pd., M.Si.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi siswa kami untuk mengenal Indonesia. Meskipun lahir dari orang tua yang berasal dari Indonesia, sebagian besar mereka belum pernah datang ke Indonesia. Bahasa Indonesia hanya digunakan secara formal di sekolah,” kata Dadang.
Penyataan serupa juga diungkapkan oleh Daulat Siregar bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa-siswa di sekolahnya. Bahkan, pihaknya kekurangan guru bahasa Indonesia di Sekolah Indonesia Davao.
Kegiatan yang turut menyemarakkan Bulan Bahasa dan Sastra 2022 itu dilanjutkan dengan pengenalan Duta Bahasa Jawa Tengah oleh Ketua Ikatan Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ida Fitriyah. Kemudian pengenalan produk krida kebahasaan pemenang Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Pradana Ricardo dan Hernina Dinanda Pangestika, berupa laman baskaraa.id.
“Laman tersebut memuat tembang dolanan dan cerita rakyat di Jawa Tengah,” jelas Ricardo.
Pada Bengkel Diaspora Muda Penggerak Literasi itu, siswa antusias belajar tentang tembang dolanan “Cublak-cublak Suweng” dan menyimak cerita rakyat Asal-usul Nusakambangan yang dimuat di laman baskaraa.id. (*/lis) Editor : Lis Retno Wibowo