Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sentra Tahu Kampung Kopti, Kelurahan Tidar Selatan, Magelang Selatan, Berkat Dibangun IPAL, Limbah Tahu Tak Mencemari Lingkungan

Magang Radar Magelang • Jumat, 20 September 2024 | 04:12 WIB
Usaha tahu di wilayah Kelurahan Tidar Selatan, Magelang Selatan.
Usaha tahu di wilayah Kelurahan Tidar Selatan, Magelang Selatan.

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Limbah menjadi salah satu permasalahan umum dalam dunia industri.

Setiap industri dari UMKM hingga industri-industri besar perlu memperhatikan pengelolaan limbah demi menjaga kelestarian lingkungan.

Inilah yang menjadi perhatian pemerintah terhadap pengrajin tahu di Kampung Kopti RT 4 RW 1 Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.

Di sini terdapat Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) Tahu bantuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang.

Instalasi ini dibangun sejak 2018 dan selesai pada 2021.

Pembangunannya sempat terhenti akibat Covid-19,  dan dilanjutkan kembali hingga diresmikan pada 3 Februari 2021.

Sekretaris Kelurahan Tidar Selatan Suyanto mengatakan, di Kampung Kopti terdapat 24 pabrik tahu yang beroperasi 24 jam.

Sehingga jumlah limbah yang dihasilkan cukup banyak.

Sekretaris Kelurahan Tidar Selatan Suyanto
Sekretaris Kelurahan Tidar Selatan Suyanto

“Dengan adanya sistem instalasi pengolahan limbah ini, maka limbah yang dibuang adalah limbah yang sudah aman dan tidak mencemari lingkungan,” katanya.

Pengelola IPAL Tahu sekaligus Ketua RT 4 RW 1 Sutoyo menjelaskan cara kerja IPAL, di setiap pabrik tahu dipasang pipa yang menjadi jalur limbah yang mengarah langsung ke sumur penampungan pertama.

Setelah itu, kata dia, air limbah dari sumur pertama akan dipindahkan ke sumur yang kedua dengan cara dipompa.

“Air yang berada di sumur kedua akan mengarah ke biogas digester yang nantinya limbah akan diproses dengan penyaringan beberapa kali hingga air limbah menjadi bening dan tidak berbau,” jelasnya.

Dari penampungan biogas digester, lanjut dia, akan menghasilkan biogas yang dapat digunakan untuk keperluan memasak. Namun biogas yang dihasilkan dari sistem IPAL ini masih terbatas.

“Biogas masih terbatas digunakan untuk rumah tangga saja, Itupun masih kurang,” ujar Sutoyo.

Selain di RT 4 RW 1, sentra tahu juga terdapat di RW 7. Namun di wilayah ini belum dibangun IPAL.

“Dulu kampung kami sudah ditawari dibangun instalasi limbah, tetapi karena keterbatasan lahan, akhirnya belum dibangun. Warga hanya mendapatkan modal saja,” kata Wasis, generasi kedua pengelola pabrik tahu milik Amat Asih.

Seklur Tidar Selatan Suyanto menambahkan, adanya usaha tahu ini memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar.

Setidaknya bisa membuka lapangan pekerjaan.

“Ini menjadi peluang kerja bagi warga sekitar” ujar Suyanto.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjalankan program Rodanya Mas Bagyo dari wali kota, yakni Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat dan Bahagia. (noviansyah riski aditya/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pabrik tahu #ipal #magelang selatan #Tidar Selatan