Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Minuman Lidah Buaya RW 7 Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara, Bibitnya dari Lampung, Hasil Penjualan untuk Kas KWT Manunggal

Magang Radar Magelang • Sabtu, 14 September 2024 | 06:38 WIB
Sriyati bersama mahasiswi Untidar Magelang menunjukkan lidah buaya yang dijadikan bahan baku minuman.
Sriyati bersama mahasiswi Untidar Magelang menunjukkan lidah buaya yang dijadikan bahan baku minuman.

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Di wilayah Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara terdapat produksi minuman sehat.

Yakni, minuman lidah buaya.

Jika biasanya lidah buaya dikenal sebagai tanaman hias, kini dapat diolah menjadi minuman kaya manfaat.

 “Di daerah RW 7 Potrobangsan ada produksi minuman yang berasal dari lidah buaya,” kata Lurah Potrobangsan Yani Budi Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Magelang, belum lama ini.

Dikatakan, minuman berbahan dasar lidah buaya ini di produksi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Manunggal di Kampung Dumpoh.

Minuman kaya manfaat tersebut berisi potongan daging lidah buaya.

Lurah Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Yani Budi Prasetyo.
Lurah Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Yani Budi Prasetyo.

Pusat penanaman lidah buaya dilakukan di halaman rumah Sriyati dan Budiyono yang cukup luas.

“Kalau dijual bebas belum sih, paling cuma pas kumpul-kumpul kayak kegiatan PPK, nanti yang beli ya juga ibu-ibu,” tutur Sriyati.

Pendapatan dari penjualan minuman lidah buaya tersebut masuk kas KWT yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota.

Sriyati mengaku, lidah buaya yang diolah itu jenis barbadensis asal Lampung.

“Dulu bibitnya saya bawa sendiri dari Lampung. Saya bawa 3 lidah buaya naik bus,” aku Budiyono.

Minuman lidah buaya itu kali pertama dibuat tahun 2016 lalu dijual saat ada kegiatan, seperti pertemuan PPK.

Diakui Sriyati, produksi minuman lidah buaya tidak dilakukan setiap hari.

“Kadang cuma satu bulan sekali. Produksinya juga nggak banyak. Paling cuma 40-60 cup aja. Itupun sudah menghabiskan waktu dari pagi sampai malam,” tuturnya.

Dikatakan, proses pengupasan kulit lidah buaya lumayan sulit dan harus teliti. Juga ada proses perendaman lidah buaya untuk menghilangkan getah yang beracun.

“Untuk minuman lidah buaya yang sudah jadi, bisa bertahan sekitar 1 bulan di kulkas. Minuman ini juga sudah mendapatkan sertifikasi halal.

Sebenarnya jika usaha ini ditekuni, akan lebih terkenal lagi,” katanya. (mg22/mg24/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#lidah buaya #Kelompok Wanita Tani (KWT) #Magelang Utara #minuman