RADARMAGELANG.ID, Magelang - Banyaknya sampah yang tersebar di Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan membuat Enti Sri Hardani dan teman-temannya berinisiatif mengelola sampah tersebut.
Awalnya, Enti hanya mengumpulkan berbagai sampah anorganik untuk dipilah dan dijual di lapak.
Enti mengajak warga mengubah sampah menjadi rupiah.
Hingga pada 2015, ia berinisiatif mendirikan Bank Sampah bersama keempat temannya. Bank sampah tersebut diberi nama Bank Sampah Bougenville.
Lokasinya di Kampung Jagoan RW 07, Kelurahan Jurangombo Utara.
“Bank sampah kami mengelola dua jenis sampah, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik biasanya diolah menjadi kompos, maggot, dan eco enzyme.
Untuk sampah anorganik didaur ulang menjadi kerajinan, seperti pot, lukisan, kursi, ecobrick dan lainnya,” jelas Enti Sri Hardani kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (3/9/2024).
Dikatakan, Bank Sampah Bougenville setiap harinya rata-rata berhasil mengumpulkan sampah organik sebanyak 15-20 kg.
Sedangkan sampah anorganik sekitar 25 kg.
“Setiap hari Selasa bank sampah kami akan melakukan pemilahan sampah yang nantinya disetor ke bank sampah induk yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang,” katanya.
Enti sebagai fasilitator di Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang sekaligus menginisiasi berdirinya Bank Sampah Bougenville di Jurangombo Utara mengaku merasa prihatin dengan minimnya kesadaran masyarakat dalam menangani sampah.
Mereka tidak mau memisahkan sampah yang tidak bisa diolah dengan sampah yang bisa didaur ulang.
“Kesulitannya ya di kesadaran masyarakat tentang pilah sampah,” ujar wanita 62 tahun tersebut.
Dikatakan Enti, adanya bank sampah, akhirnya didirikan warung kelontong yang bisa menukar sembako dengan sampah.
“Jadi, warga menabung sampah di sini sampai bisa ditukar dengan barang yang ada di warung ini, jadi sistemnya barter gitu, Mbak,” jelasnya.
Lurah Jurangombo Utara Soepriyanta mengapresiasi berdirinya bank sampah hingga melahirkan warung kelontong dengan barter sampah tersebut.
Ia berharap adanya warung barter ini mampu membantu sekaligus menyadarkan masyarakat untuk peduli dengan lingkungan, terutama dalam penanganan sampah.
“Sampah kalau dikelola dengan baik ternyata bisa mendatangkan nilai ekonomis dan bisa ditukar sembako,” katanya.
Ke depan, ia berharap Bank Sampah Bougenville tersebut dapat menginspirasi warga Kota Magelang, khususnya warga Kelurahan Jurangombo Utara. (mg21/mg25/aro)
Editor : H. Arif Riyanto