Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan: Mengubah Sampah Jadi Rupiah lewat Bank Sampah Bougenville Kampung Jagoan RW 07

Magang • Rabu, 4 September 2024 | 06:11 WIB
Enti Sri Hardani dan teman-temannya tengah memilah sampah anorganik Bank Sampah Bougenville di RW 07, Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Kota Magelang, Selasa (3/9/2024)
Enti Sri Hardani dan teman-temannya tengah memilah sampah anorganik Bank Sampah Bougenville di RW 07, Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Kota Magelang, Selasa (3/9/2024)

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Banyaknya sampah yang tersebar di Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan membuat Enti Sri Hardani dan teman-temannya berinisiatif mengelola sampah tersebut.

Awalnya, Enti hanya mengumpulkan berbagai sampah anorganik untuk dipilah dan dijual di lapak.

Enti mengajak warga mengubah sampah menjadi rupiah.

Hingga pada 2015, ia berinisiatif mendirikan Bank Sampah bersama keempat temannya. Bank sampah tersebut diberi nama Bank Sampah Bougenville.

Lokasinya di Kampung Jagoan RW 07, Kelurahan Jurangombo Utara.

“Bank sampah kami mengelola dua jenis sampah, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik biasanya diolah menjadi kompos, maggot, dan eco enzyme.

Bank Sampah Bougenville di RW 07, Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang.
Bank Sampah Bougenville di RW 07, Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang.

Untuk sampah anorganik didaur ulang menjadi kerajinan, seperti pot, lukisan, kursi, ecobrick dan lainnya,” jelas Enti Sri Hardani kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (3/9/2024).

Dikatakan, Bank Sampah Bougenville setiap harinya rata-rata berhasil mengumpulkan sampah organik sebanyak 15-20 kg.

Sedangkan sampah anorganik sekitar 25 kg.

“Setiap hari Selasa bank sampah kami akan melakukan pemilahan sampah yang nantinya disetor ke bank sampah induk yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang,” katanya.

Enti sebagai fasilitator di Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang sekaligus menginisiasi berdirinya Bank Sampah Bougenville di Jurangombo Utara mengaku merasa prihatin dengan minimnya kesadaran masyarakat dalam menangani sampah.

Mereka tidak mau memisahkan sampah yang tidak bisa diolah dengan sampah yang bisa didaur ulang.

“Kesulitannya ya di kesadaran masyarakat tentang pilah sampah,” ujar wanita 62 tahun tersebut.

Dikatakan Enti, adanya bank sampah, akhirnya didirikan warung kelontong yang bisa menukar sembako dengan sampah.

“Jadi,  warga menabung sampah di sini sampai bisa ditukar dengan barang yang ada di warung ini, jadi sistemnya barter gitu, Mbak,” jelasnya.

Lurah Jurangombo Utara Soepriyanta
Lurah Jurangombo Utara Soepriyanta

Lurah Jurangombo Utara Soepriyanta mengapresiasi berdirinya bank sampah hingga melahirkan warung kelontong dengan barter sampah tersebut.

Ia  berharap adanya warung barter ini mampu membantu sekaligus menyadarkan masyarakat untuk peduli dengan lingkungan, terutama dalam penanganan sampah.

“Sampah kalau dikelola dengan baik ternyata bisa mendatangkan nilai ekonomis dan bisa ditukar sembako,” katanya.

Ke depan, ia berharap Bank Sampah Bougenville tersebut dapat menginspirasi warga Kota Magelang, khususnya warga Kelurahan Jurangombo Utara. (mg21/mg25/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#DLH Kota Magelang #sampah anorganik #sampah organik #daur ulang sampah #Ecobrick #bank sampah #magelang selatan #Jurangombo Utara