RADARMAGELANG.ID, Magelang - Ketua RW dan tokoh masyarakat bergembira mengikuti Fun and Happy City Tour, Minggu (9/6/2024).
Mereka diajak mengunjungi beberapa destinasi, di antaranya ke Kampung Jambon Gesikan, Magelang Tengah, dan Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark.
Acara ini diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang.
Kegiatan city tour di Kampung Jambon Gesikan sangat menarik dan edukatif.
Mereka diajak menyaksikan dan belajar langsung bagaimana pengelolaan kampung berwawasan iklim dan lingkungan hidup.
Tempat ini diklaim cocok untuk wisata edukasi, karena Kampung Jambon Gesikan dinobatkan sebagai Program Kampung Iklim (Proklim).
Selanjutnya, mereka diajak berwisata ke TKL Ecopark.
Mereka menjelajahi area wisata, sekaligus belajar tentang pelestarian lingkungan.
Termasuk merawat pohon-pohon langka.
Di wisata ini pula, peserta mengikuti permainan yang mengasah jiwa kepemimpinan dan kekompakan.
Kepala Disporapar Kota Magelang Sarwo Imam Santosa menjelaskan, warga yang diajak city tour merupakan warga yang aktif di lingkungan masing-masing.
Pasalnya, target kegiatan ini tidak hanya berwisata.
Tapi ada hal baru yang bisa didapatkan dan diimplementasikan untuk membangun kampung masing-masing.
"Ketua RW dan tokoh-tokoh masyarakat diajak kegiatan ini harapannya untuk memancing pemikiran mereka, jadi terinspirasi, bagaimana bisa menata kampungnya," katanya.
Ia menyebutkan, Kampung Jambon Gesikan dipilih karena kampung ini adalah salah satu kampung Proklim di Kota Magelang yang sudah menjadi destinasi wisata.
Kampung tersebut barusaja meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah, sebagai Juara Harapan 3 Lomba Proklim.
"Warga yang aktif juga ikut serta, mereka biasanya pandai bercerita jadi diharapkan mereka bisa menularkan ke lingkungannya sendiri bagaimana menata kampungnya jadi destinasi wisata, agar semua RW di Kota Magelang jadi menarik," imbuhnya.
Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur menyambut baik program ini.
Masyarakat bisa belajar sesuatu dengan cara menyenangkan.
"Saat peserta keliling, mereka bisa mengambil nilai-nilai langsung (yang dilihat, Red). Harapannya bisa meniru, memodifikasi, untuk diterapkan di lingkungan masing-masing," ujar Kiai Mansyur, sapaannya.
Menurutnya, Kota Magelang membutuhkan orang-orang yang berdedikasi membangun Kota Magelang.
Karena dalam hal pembangunan daerah, pemkot tak bisa sendiri.
Dibutuhkan peran masyarakat di dalamnya.
"Pembangunan tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara Pemkot Magelang dengan masyarakat," pungkasnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto