RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Air Terjun Sekar Langit menawarkan pesona keasrian yang seolah tak pernah pudar.
Tempat wisata ini di bawah lereng Gunung Telomoyo berada di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian sekitar 25 meter berpadu harmonis dengan tiupan angin pegunungan.
Lebih dari sekadar destinasi wisata alam untuk melepas penat, kawasan ini menyajikan perpaduan antara kesegaran lanskap hijau, fasilitas yang ramah pengunjung, serta cerita rakyat yang melegenda di tengah masyarakat setempat.
Masyarakat sekitar meyakini bahwa kawasan Sekar Langit merupakan tempat berseminya kisah klasik Jaka Tarub dan Nawangwulan.
Di kali berair jernih inilah konon tujuh bidadari dari kayangan turun untuk mandi, hingga salah satu selendangnya disembunyikan oleh Jaka Tarub.
Baca Juga: Menyusuri Terowongan Irigasi Kuno di Wisata Air Terjun Kedung Kayang Kabupaten Magelang
Cerita tutur yang diwariskan secara turun-temurun tersebut memberi sentuhan daya pikat tersendiri bagi objek wisata yang telah dikelola secara resmi sejak era 1990-an ini.
Sempat mengalami masa sepi pengunjung akibat penutupan sementara saat pandemi Covid-19, geliat pariwisata di kawasan Air Terjun Sekar Langit kini perlahan bangkit kembali.
Tren kunjungan wisatawan menunjukkan grafik yang terus meningkat, terutama setelah pengelolaan kawasan kembali berjalan aktif pasca-Lebaran 2026.
"Untuk saat ini semakin membaik dibanding tahun-tahun kemarin," ungkap Muhammad Himam, salah satu pengurus objek air terjun Sekarlangit sekaligus penjaga loket.
Daya tarik Sekar Langit tak hanya terletak pada titik utama air terjunnya, tetapi juga pada bentang alam di sepanjang jalur trek menuju ke sana.
Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus berjalan kaki dengan disuguhi pemandangan menyejukkan mata.
Pengunjung diajak melintasi rimbunnya hutan bambu yang menaungi alur jalan.
Suasana alami kian kental dengan susunan bebatuan indah di sepanjang aliran air, serta populasi kera yang sesekali menampakkan diri di atas pepohonan.
Hal ini menjadi penanda alami bahwa ekosistem tempat ini masih sangat terjaga.
Jalur trekking tersebut kini semakin nyaman dilintasi karena ditunjang fasilitas pendukung yang memadai.
Di sepanjang trek menuju air terjun, pengelola menyediakan tempat-tempat duduk sederhana bagi wisatawan yang ingin beristirahat sejenak sambil menikmati keasrian alam.
Tak hanya itu, di dalam kawasan wisata juga telah tersedia fasilitas toilet, area parkir, hingga warung yang menjual makanan dan minuman bagi pengunjung sembari duduk santai di tepi aliran sungai.
Akses jalan dari pintu masuk utama hingga mendekati air terjun pun kini semakin nyaman berkat perbaikan berupa pengecoran beton oleh pemerintah setempat.
Sesampainya di titik utama, hawa dingin dan embun air terjun langsung menyambut pengunjung.
Kolam alami di bawah tebing menjadi lokasi favorit untuk berenang, bermain air, atau sekadar membilas diri.
Sementara itu, bebatuan datar di tepi aliran sungai kerap dimanfaatkan rombongan pengunjung untuk berfoto hingga menggelar acara piknik dan memasak bersama.
Pesona ini tak hanya mengikat pelancong lokal, tetapi juga kerap memikat wisatawan mancanegara yang sengaja bertandang untuk menikmati keindahan alam Magelang.
Untuk menikmati seluruh keasrian ini, tarif yang dikenakan sangat terjangkau, yaitu Rp5.000 untuk tiket masuk, serta biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Melihat geliat positif ini, pengelola berharap pembenahan fasilitas dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
"Semoga wisata Sekar Langit semakin bagus dari segi fasilitas dan jalan aksesnya bisa lebih luas lagi ke depannya,"harap Himam. (lazuardi rafi alif adani/muhammad bintang pamungkas/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo