Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Balkondes di Borobudur, Kabupaten Magelang, Kondisinya Sekarang (15): Balkondes Kebonsari, Sempat Mati Suri saat Pandemi, Kini Bangkit Lagi

Magang Radar Magelang • Sabtu, 19 April 2025 - 06:50 WIB
Balkondes Kebonsari Borobudur, salah satu balkondes yang paling awal dibangun.
Balkondes Kebonsari Borobudur, salah satu balkondes yang paling awal dibangun.

Balkondes Kebonsari termasuk didirikan paling awal.

Balkondes ini berjarak 7 kilometer dari Candi Borobudur, dan tidak jauh dari Balkondes Saka Pitu dan Kembanglimus.

BALKONDES Kebonsari terletak di Dusun Gupit RT 4 RW 3, Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur.

Lokasinya masuk dari Jalan Raya Salaman-Borobudur. Balkondes ini menawarkan berbagai fasilitas, seperti ruang meeting, penginapan, restoran, dan area camping.

Salah satu menu andalan dari restoran di sini adalah nasi bumbung, yakni nasi yang dimasak dalam bambu bersama berbagai macam sayur dan daging.

Selain itu, Balkondes Kebonsari juga menyediakan fasilitas camping ground bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berkemah di alam terbuka.

“Ada paket camping. Nanti ada barbeque, api unggun, live music, dan sebagainya,” jelas Novita Handayani, admin Balkondes Kebonsari kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Penginapan di Balkondes ini terdiri atas tiga kamar. Yakni, satu kamar double bed dan dua kamar single bed.

“Fasilitas di dalamnya meliputi AC, TV, water heater, dan sarapan,” tambah Sarwi, 47, pengelola Balkondes Kebonsari.

Tarif menginap per malam untuk kategori Single Rp350 ribu, sedangkan kategori Double dipatok Rp450 ribu.

“Harga itu masih bisa naik saat high season atau liburan, bisa sampai Rp500 ribu-Rp 600 ribu per malam,” katanya.

 

Pendopo utama Balkondes Kebonsari Borobudur.
Pendopo utama Balkondes Kebonsari Borobudur.

Dibangun di atas tanah bengkok seluas 2.773 meter persegi, Balkondes Kebonsari diresmikan pada 2017 oleh Menteri BUMN periode 2014-2019 Rini Soemarno.

Menurut Sarwi dan Novita Handayani, Balkondes Kebonsari merupakan pelopor Balai Ekonomi Desa di kawasan Borobudur dan menjadi salah satu Balkondes paling awal yang dibangun di Kecamatan Borobudur.

Namun perjalanan Balkondes tidak selalu mulus. Pada 2020, tempat ini mengalami mati suri akibat pandemi dan vakum hingga 2023.

Setelah hampir tiga tahun tidak beroperasi, Balkondes Kebonsari bangkit kembali dan kini masih dalam proses revitalisasi.

Pembangunan terbaru yang dilakukan adalah penambahan satu unit ruang meeting seluas 120 meter persegi, berkat dukungan dari PT Hutama Karya (Persero) yang merupakan BUMN sponsor Balkondes Kebonsari.

Balkondes ini kerap digunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan, ulang tahun, arisan, rapat, dan reuni.

Keberadaan ruang meeting yang baru dinilai sangat membantu dalam meningkatkan jumlah tamu yang menyewa tempat untuk berbagai keperluan.

Event tahunan seperti Borobudur Marathon dan Hari Raya Waisak juga menjadi momen puncak kunjungan di Balkondes ini.

Bahkan saat liputan ini berlangsung, seluruh kamar telah dipesan untuk Perayaan Waisak yang akan berlangsung pada Mei mendatang di Candi Borobudur.

Sarwi menjelaskan, dengan adanya pendapatan dari Balkondes, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang sebelumnya terhenti, kini dapat kembali berjalan.

Hal ini memudahkan warga dalam mengakses air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Selain itu, Balkondes Kebonsari juga menyumbangkan sebagian penghasilannya ke Pendapatan Asli Desa (PADes).

Juga berperan sebagai penyalur produksi sandal upanat hasil karya perajin setempat.

“Sandal upanat ini merupakan sandal khusus yang wajib dikenakan wisatawan ketika naik ke Candi Borobudur,” jelasnya. (rizky wibowo/aro/bersambung)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kebonsari #desa wisata #candi borobudur #balai ekonomi desa #Balkondes #borobudur