Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Menyuguhkan Ruang Terbuka, Balkondes Tuksongo Borobudur Magelang Tempat yang Worth It untuk Dikunjungi

Magang Radar Magelang • Selasa, 25 Februari 2025 | 21:06 WIB

Jalan masuk Balkondes Tuksongo.
Jalan masuk Balkondes Tuksongo.

RADARMAGELANG.ID--Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo adalah satu dari 21 Balkondes yang ada di Kecamatan Borobudur.

Terletak di RT 2 RW 5 Dusun Tuksongo 2, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Balkondes ini menyuguhkan pemandangan yang indah dan ruang terbuka yang sangat luas. 

Fasilitas yang dihadirkan oleh Balkondes Tuksongo sangat beragam, mulai dari penginapan, restoran, lapangan, amphitheater, ruang meeting, toilet, musala, dan tempat karaoke.

Penginapan yang ditawarkan sebanyak 20 kamar kategori single dan family.

Kategori single dipatok harga Rp350 ribu sampai Rp600 ribu per malam.

Sedangkan kategori family dapat di-booking dengan harga mulai dari Rp800 ribu sampai dengan Rp1,2 juta per malam.

Kepada Jawa Pos Radar Magelang, pengelola Balkondes Tuksongo Risnawali Sakti Agusmoro, 31, menuturkan, harga penginapan di Balkondes Tuksongo dapat berubah-ubah, menyesuaikan hari dan event tertentu.

Baca Juga: Balkondes Candirejo Borobudur, Penginapan dengan Sunrise di Atas Sungai Progo Magelang

Baca Juga: Balkondes Majaksingi Borobudur, Penginapan dengan View Perbukitan Menoreh Magelang

Pada hari-hari biasa atau weekday, harga dibanderol rendah, namun ketika hari besar, libur panjang, dan akhir pekan harga dapat dinaikkan.

Pengelola Balkondes Tuksongo dalam menjalankan bisnisnya kerap melakukan sharing-sharing atau bincang ringan dengan pengelola Balkondes lain.

Yang paling sering adalah Balkondes Ngargogondo dan Karanganyar untuk membahas program yang jika berhasil akan diterapkan juga di Balkondes Tuksongo.

Balkondes Tuksongo diresmikan pada Agustus 2017 oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2014-2019, Rini Soemarno.

Balkondes Tuksongo memiliki luas tanah 1,7 hektare dengan luas total bangunan mencapai 7.000 m³.

Sebelum dibangun menjadi Balkondes, tanah tersebut adalah tanah bengkok berupa persawahan,

“Seperti yang lain, ini dulunya adalah tanah bengkok, dibangun pada masa almarhum Pak Kades Turkhamun,” jelas Risnawali kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Sejak diresmikan, Balkondes yang dikelola oleh 14 orang ini telah mengalami banyak perubahan atau renovasi yang signifikan.

Saat ini,  Balkondes Tuksongo sedang proses renovasi penambahan paving block di halaman.

Sebelumnya, renovasi pernah dilakukan pada 2022 dengan menambah empat unit bangunan yang meliputi toilet dan pendopo yang di-support oleh BUMN. 

Seperti halnya Balkondes-Balkondes lain, Balkondes Tuksongo didukung oleh perusahaan BUMN yang menjadi pendamping maupun sponsor.

Dalam hal ini, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Baca Juga: Balkondes Bumiharjo, Suguhkan Suasana Sawah Menghijau dan Angin Sepoi-sepoi di Utara Candi Borobudur Magelang

Baca Juga: Balkondes Borobudur II Magelang Berkonsep Agro Eduwisata

Risnawali menegaskan, PT Telkom tidak berkenan untuk mensponsori pembangunan jika tidak ada proses terlebih dahulu.

“Tidak mau dari nol, Telkom maunya di sini sudah ada proses, lalu pihak sana tinggal merampungkan. Jadi, harus ada bentuknya dulu dan jelas akan dibuat apa,” tutur Risnawali.

Berdasarkan informasi tersebut, PT Telkom berperan dalam memberikan tambahan dana pada separuh akhir pembangunan yang ditujukan untuk mempercepat prosesnya.

Pembangunan di sebelah timur lapangan pada akhir 2023 sampai awal 2024 menerapkan prinsip ini, di mana PT Telkom memberikan suntikan dana pada akhir masa pembangunan.

 

Pendopo utama Balkondes Tuksongo
Pendopo utama Balkondes Tuksongo

Ketika ditanya mengenai tingkat okupansi, Risnawali menegaskan untuk hari biasa, homestay yang ditawarkan kebanyakan kosong, namun sebenarnya setiap hari hampir semuanya telah di-booking untuk akhir pekan.

Balkondes Tuksongo ramai pada akhir pekan dan libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru. Selain itu,  juga pada hari tertentu ketika ada pesanan-pesanan untuk dijadikan venue acara.

Ia juga menuturkan bahwa pada bulan Ramadan, tempatnya dijadikan pilihan untuk acara buka bersama, namun sudah dua tahun terakhir ini terus menurun.

Kepada Jawa Pos Radar Magelang mengenai alasan penurunan ini pada bulan Ramadan, ia menjelaskan bahwa kini sudah ada banyak sekali saingan yang menyediakan tempat untuk acara buka bersama.

Baca Juga: Balkondes Dengan Patung Gajah Ikonik di Borobudur, Balkondes Kembanglimus

Selain dari sesama Balkondes di seluruh Borobudur, kini juga bermunculan kafe-kafe yang selalu mengikuti tren kalangan muda yang sering menjadi pilihan opsi buka bersama.

Hal ini juga dari pertimbangan akan keluhan warga sekitar ketika ada acara pada malam hari.

“Dulu selalu ramai untuk buka bersama, tapi ada keluhan dari warga soal musik dari dari maghrib sampai malam, sehingga kemudian ada pelarangan,” ujarnya.

Beberapa keunggulan Balkondes Tuksongo meliputi area parkir yang luas untuk 100 mobil, memiliki setidaknya 12 toilet, 6 pendopo yang nyaman dan luas, serta bisa mengakomodasi untuk 400 orang sekaligus.

Selain itu, Balkondes Tuksongo juga menyuguhkan tempat terbuka yang luas dan pemandangan yang indah dari Pegunungan Menoreh, Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Candi Borobudur yang semuanya dapat dilihat dari sana ketika cerah.

Balkondes Tuksongo memberikan sumbangsih kepada warga desa berupa pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan perekonomian.

Dengan adanya Balkondes ini, warga sekitar lebih terdorong untuk terjun ke berbagai profesi dalam dunia pariwisata.

“Warga sekitar dengan adanya Balkondes ini pada masuk ke dunia pariwisata, ada yang jadi tour guide, WO, sewa VW, dan lain-lain,” ucap Risnawali.

Selain seluruh pegawainya diserap dari tenaga kerja lokal, setiap ada event besar pun mengandalkan katering dari usaha-usaha sekitar sana.

Sementara itu, penghasilan dari Balkondes Tuksongo berperan besar dalam PAD (Pendapatan Asli Desa) yang kemudian setiap dusun mendapat 5-10 persen.

Hasil nyata PAD setelah adanya Balkondes telah digunakan untuk membangun Balai Desa Tuksongo yang besar.

Selain itu, Desa Tuksongo melalui PAD-nya juga menghidupi anak-anak yatim setiap bulan sebesar Rp2,6 juta untuk 26 anak yang masing-masing mendapat Rp100 ribu.

Tokoh terkenal yang pernah datang ke Balkondes Tuksongo, yaitu Presiden ke-7 Joko WIdodo pada 2017, selebriti Tora Sudiro pada 2022, Aura Kasih, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan penyanyi Yura Yunita pada tahun 2019 dalam acara Balkonjazz. (rizky wibowo/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Balkonjazz #menoreh #ekonomi desa #Balkondes #Tuksongo #borobudur #bumn #desa #telkom indonesia