Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Wisata Religi Makam Sunan Geseng, Jejak Sejarah Islam di Kaki Gunung Andong Magelang

Magang Radar Magelang • Senin, 16 Desember 2024 - 22:41 WIB
Makam Sunan Geseng Desa Tirto, Kecamatan Grabag.
Makam Sunan Geseng Desa Tirto, Kecamatan Grabag.

RADARMAGELANG.ID, Magelang- Di kaki Gunung Andong terdapat makam yang bersejarah dan dijadikan sebagai wisata religi yang banyak dikunjungi peziarah.

Makam ini adalah makam Sunan Geseng yang merupakan salah satu makam tertua yang ada di Kabupaten Magelang.

Makam Sunan Geseng berlokasi di Dusun Tirto, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Sunan Geseng merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Jawa.

Menurut sejarahnya, dahulu Sunan Geseng adalah seorang Raja yang bernama Ki Cokrojoyo berasal dari Purworejo.

Ki Cokrojoyo atau Sunan Geseng merupakan murid dari Sunan Kalijaga.

Suasana ziarah di Makam Sunan Geseng
Suasana ziarah di Makam Sunan Geseng

Pertama kali Sunan Geseng bertemu dengan Sunan Kalijaga pada saat ia sedang mengumpulkan air nira untuk dijadikan gula sembari melantunkan syair.

Datanglah Sunan kalijaga yang memberikan sebuah nasehat mengenai nyayian atau syair yang berbunyi ‘ya hayyu ya qayyum’ untuk dilafalkan, tetapi Sunan Geseng sulit untuk melafalkan Bahasa Arab dan diutus oleh Sunan Kalijaga untuk menjaga tongkat di hutan belantara sembari mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah sekian lama, kembalilah Sunan Kalijaga untuk melihat Cokrojoyo yang tetap setia menjaga tongkatnya.

Lantaran hutan dipenuhi dengan pohon yang lebat, kemudian Sunan Kalijaga membakar rerimbunan bambu itu hingga lantak.

Sehingga tubuh Cokrojoyo hangus seperti arang namun tidak terbakar.

Sejak itu Cokrojoyo disebut Sunan Geseng.

Kemudian Sunan Kalijaga memberikan perintah kepada Sunan Geseng untuk mensyiarkan agama Islam di seluruh Nusantara.

Oleh karena itu, petilasan Sunan Geseng terdapat 44 tempat di berbagai wilayah Indonesia.

Di antaranya, Tuban, Kulonprogo, Bantul, Kediri, Tuban, Gersik, Klaten, dan Magelang.

Dari 44 petilasan tersebut, ada salah satu petilasan yang sering didatangi para peziarah yakni di Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tempat penyebaran terakhir sebelum Sunan Geseng wafat, yakni di Desa Kleteran, Grabag, dan berwasiat untuk disemayamkan di Bukit Tirto Grabag.

Makam Sunan Geseng menjadi salah satu wisata religi ternyaman dan indah dengan panorama view Gunung Andong. 

Dengan fasilitas yang sangat memadai walaupun tidak dikelola oleh pihak pemerintah.

Fasilitas yang tersedia, seperti musala, toilet umum, kantin, dan gazebo yang menghadap ke view pemandangan alam yang menawan di atas Bukit Tirto dengan suasana yang sejuk.

Dalam satu tahun terdapat tradisi selikuran dan suronan di area makam Sunan Geseng.

Selikuran merupakan tradisi Haul yang diselenggarakan pada malam 21 Ramadan.

Sohibul Alamah pengelola Makam Sunan Geseng
Sohibul Alamah pengelola Makam Sunan Geseng

Menurut pengelola makam Sunan Geseng, Sohibul Alamah 40, yang biasa disebut Sohib, pengunjung yang datang tak hanya umat muslim.

“Peziarah yang datang tidak hanya warga muslim, banyak non muslim yang datang ke sini. Kemarin baru saja ada rombongan dari Prambanan ziarah ke makam Sunan Geseng walaupun mereka bukan orang muslim,” ujar Sohib kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Peziarah yang datang dalam setahun bisa mencapai puluhan juta pengunjung. 

Wisata religi ini, ramai peziarah di Bulan Suro, Syakban, Muharram, dan Weekend.

Salah satu rombongan peziarah dari Mi Ma'arif Drono, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten dengan jumlah rombongan 90 orang.

Suasana peziarah yang foto dengan view Gunung Andong
Suasana peziarah yang foto dengan view Gunung Andong

Kepala Mi Ma'arif Drono Nurudin Sholeh mengatakan, tujuan mengajak murid-muridnya berziarah untuk melestarikan tradisi perintah berziarah.

"Juga sebagai pembelajaran untuk mengingat bahwasanya seseorang yang hidup pasti akan mati” terang Nurudin kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Terdapat dua jalur menuju makam Sunan Geseng, yakni jalur tangga yang cukup tinggi dan jalur ojek.

Makam Sunan Geseng buka setiap hari selama 24 jam, tanpa tiket masuk hanya memberikan infaq seikhlasnya. (mg19/mg23/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Makam Sunan Geseng #Makam Sunan Geseng Tirto #Sunan Geseng #grabag #tirto #Kabupaten Magelang #WISATA #wisata religi