RADARMAGELANG.ID—Bagi warga Solo Raya, nama Perusahaan Otobus (PO) Raya tentu tidak asing.
PO Raya merupakan operator bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Sukoharjo, Solo dan sekitarnya.
Perusahaan otobus ini membuka trayek bus malam Jakarta – Solo sejak 1982 dengan mengandalkan empat armada dengan sasis dari Mercedes-Benz OF 1113.
Di mana keempat armadanya terdiri atas dua unit kelas Non AC dan AC, dua unit VIP dengan 28 kursi yang mana susunannya dua kiri dan dua kanan.
Baca Juga: Dampak Efisiensi Anggaran Pemerintah, Perusahaan Otobus Handoyo Magelang Siapkan Antisipasi
Di kelas VIP inilah kursi bekas pesawat diaplikasikan dalam armada busnya.
Dengan kursi lebih empuk karena memiliki busa yang cukup tebal.
Bisa dikatakan, saat itu, PO Raya menjadi bus AKAP dengan kursi paling nyaman.
Hingga saat ini pun kenyamanan tersebut masih ada dan PO Raya masih setia dengan bodi buatan Laksana dan sasis dari Mercedes-Benz.
Nyatanya kursi pesawat ini tak hanya ada di kelas VIP saja, tetapi di semua kelas, yakni Supertop, Executive, dan Junior Executive.
Karena kursi pesawat lebar, maka penumpang akan sedikit kesulitan berjalan di lorongnya.
Armada bus PO Raya juga dilengkapi dengan toilet yang bisa digunakan untuk buang air kecil dan saat berjalan.
Kenyamanan lainnya dari PO Raya adalah perjalanannya yang tidak ugal-ugalan.
Hal ini karena kemahiran para pengemudinya mengendarai bus kapan harus melaju dengan cepat atau tidak.
Untuk diketahui, armada Junior Executive 3 menggunakan bodi Legacy SR2 HD Prime buatan karoseri Laksana yang dipasangkan ke sasis Mercedes Benz OH 1526.
Baca Juga: Bus Mania, Berikut Daftar Trayek Baru PO Juragan99 Trans
Armada ini memiliki 36 kursi dengan leg room terbilang sangatlah cukup di kursi paling depan.
Namun sayang, model Legacy SR2 HD Prime yang double glass, membuat pandangan ke depan agak terhalang oleh sekat atau bando.
Sedangkan untuk kelas Supertop dengan susunan kursi 1-2 yang lebih lebar dari kelas Executive.
Dikutip dari berbagai sumber, PO Raya didirikan oleh Witikno dengan bantuan dari Ranu Wijaya, adiknya.
Mereka mengawali sebuah bisnis truk pada tahun 1959 yang diberi nama Radar.
Kemudian pada tahun 1962 membeli dua buah truk dengan diberi nama Raya.
Nama Raya diambil dari tempat pembeliannya di Jalan Raya Barat Bandung.
Barulah pada tahun 1967, truk tersebut dijual untuk dibelikan 1 unit bus bermerek Dodge dari PO Suka Mulya di Sukabumi, Jawa Barat.
Di sinilah mulai penpindahan dari bisnis truk ke layanan angkutan bus antarkota.
Pada tahun 1968, PO Suka Mulya berganti nama menjadi PO Raya.
Perkembangan PO Raya cukup pesat, sehingga dapat membeli perusahaan bus Sedya Utama pada tahun 1988.
PO Sedya Utama inilah yang kini menjadi angkutan antarkota rute Jogjakarta-Solo.
PO Raya juga pernah membuka layanan bus malam dengan jurusan Solo-Jakarta via Jogjakarta, namun tidak bertahan lama.
Tahun 2000, salah satu pendiri PO Raya yakni Witikno meninggal dunia.
Sehingga perusahaan dipegang oleh Ranu Wijaya bersama Nata Laksana, anak Almarhum Witikno.
Semua berjalan dan pada tahun 2004, Ranu Wijaya mengundurkan diri dan menyerahkan perusahaan sepenuhnya kepada Nata Laksana.
Di bawah kepemimpinan Nata Laksana ini, PO Raya mulai membuka layanan pariwisata pada tahun 2006.
Kemudian pada tahun 2012, layanan bus AKDP Raya Indah untuk jurusan Solo-Semarang diambil alih oleh PO Raya sepenuhnya. Selain itu, pada 2010 garasi PO Raya berpindah dari Jalan Gading Kidul (sekarang Jalan Brigjen Sudiarto) Solo ke Jalan Raya Bulakrejo, Sukoharjo. (*)
Editor : H. Arif Riyanto