Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

PO Santoso, Perusahaan Otobus di Magelang yang Dirintis oleh Seorang Dokter

H. Arif Riyanto • Jumat, 21 Februari 2025 | 04:41 WIB
Kota Magelang memiliki sejumlah Perusahaan Otobus (PO) yang melegenda. Salah satunya PO Santoso.
Kota Magelang memiliki sejumlah Perusahaan Otobus (PO) yang melegenda. Salah satunya PO Santoso.

RADARMAGELANG.ID—Kota Magelang memiliki sejumlah Perusahaan Otobus (PO) yang melegenda.

Salah satunya PO Santoso.

Perusahaan otobus yang berpusat di Jalan Soekarno-Hatta No 22, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan ini berdiri di tahun 1970-an.

Dikutip dari berbagai sumber, PO Santoso dirintis oleh sepasang suami istri yang berprofesi sebagai dokter, yakni dr. Anwar Sani.

Saat itu, PO Santoso memulai meluncurkan busnya di trayek buk ekonomi (bumel) Jogja-Magelang-Semarang dan Gombong-Purworejo-Magelang-Semarang.

Dulunya sebelum besar seperti sekarang, ternyata PO Santoso berawal dari PO Tresno atau milik orang tua dokter tersebut dan diawariskan kepada ketiga anaknya yang terpecah menjadi PO Hidup Baru (Kutoarjo-Purworejo), PO Kencana Jaya pool di Kutoarjo dan PO Santoso di Magelang.

Namun dua lainnya tak bertahan lama dan PO Santoso masih meluncur di jalan untuk moda transportasi masyarakat Magelang.

Baca Juga: Mengenal PO Handoyo Magelang: Legenda Perusahaan Otobus di Jalur Selatan Jawa

Bahkan untuk memperlancar usaha PO Santoso, dr Anwar Sani rela tidak praktik dan tetap bekonsentrasi di bisnis ini.

Tetapi istrinya masih praktik dan selalu mengutamakan pelayanan kesehatan pada keluarga karyawannya.

Kini PO Santoso diwariskan ke anaknya setelah beliau wafat.

Saat awal dirintis, PO Santoso memulai trayeknya dengan berbekal armada Mitsubishi Fusi T653 dan Mercedes Benz LP 911 yang menguasai jalur Jogja-Magelang-Semarang, Purwokerto-Magelang-Semarang, dan Cilacap-Magelang-Semarang.

Kemudian di awal tahun 80-an, dengan bertambahnya armada, dr Anwar Sani lantas membangun garasi yang lebih besar di Kupatan yang merupakan sebuah kampung di ujung Kota Magelang.

PO Santosa kemudian mulai fokus menggunakan armada Mercedes Benz seiring datangnya tipe baru MB OF 1112.

Akhir tahun yang sama yakni 80-an, PO ini mencoba peruntungan di jalur bus malam dengan trayek ke Jakarta.

Langkah ini cukup sukses dengan melayani penumpang di jalur Wonosari-Klaten-Jogja-Jakarta-Merak.

Dulu pada awal berdiri, pool PO Santoso berada di Jalan Ahmad Yani atau Pontjol dan tahun 90-an semua garasi berpidah ke kantor puast Jalan Soekarno-Hatta No 22.

Baca Juga: Kecelakaan Bus Handoyo di Tol Cipali, Warga Magelang Ikut Jadi Korban Tewas

Mencoba peruntungan di bus malam, PO ini menjual ketepatan waktu dan digawangi oleh mekanik serta pengemudi yang handal dan menjadi salah satu PO yang bertahan hingga 50 tahun.

Tak hanya menjadi bus malam AKAP dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), PO ini kemudian merambah layanan pariwisata dan ekspedisi jasa pengiriman barang.

Selain mengembangkan bisnisnya, PO Santoso mengembangakan juga jurusannya ke beberapa kota lain, seperti Bogor, Bandung, Tangerang, Bekasi dan Surabaya. Bahkan juga merambah hingga beberapa kota di Pulau Sumatera.

Trayek Sumatera dan Jakarta ternyata tak hanya diminati masyarakat Magelang, tetapi imigran dan transmigran di wilayah sekitaran Gunungkidul dan Klaten pun ikut merasakannya.

Tak heran, bus Santoso yang berangkat dari Wonosari dan Klaten selalu penuh dengan penumpang. (*)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#angkutan umum #akdp #kutoarjo #magelang #PO Sumber Alam #bus pariwisata #bus bumel #santoso #akap #perusahaan otobus #dokter #efisiensi anggaran #bus malam #transportasi umum #PO Handoyo