RADARMAGELANG.ID–Sepeda motor adalah pilihan utama kendaraan pribadi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Jumlah pengguna dan pemilik sepeda motor terus meningkat setiap tahunnya.
Sepeda motor yang kini dapat dimiliki secara kredit hingga ke daerah pelosok turut berperan dalam bertambah banyaknya jumlah pengendara motor dari waktu ke waktu.
Bahkan sekarang ini, setiap rumah atau keluarga banyak yang memiliki sepeda motor lebih dari satu karena setiap anggota keluarga punya motornya masing-masing.
Memiliki sepeda motor lebih dari satu dalam satu rumah mungkin dulu terdengar “wah”, namun sekarang hal tersebut adalah suatu hal yang lumrah.
Sebagai pemilik dan pengguna sepeda motor, kesehatan motor adalah hal yang perlu diperhatikan.
Seiring berjalannya waktu ketika motor sudah sering digunakan, pasti ada komponen-komponen yang kondisinya mulai menurun.
Misalnya mesin menjadi aus, rantai kendor, rem kurang responsif, dan mesin cepat panas, hal-hal tersebut bila dibiarkan dalam waktu lama akan berakibat fatal.
Akibat yang fatal itu akan berdampak pada umur kendaraan dan keselamatan penggunanya.
Jika dipaksakan, maka nyawa adalah taruhannya karena tidak jarang terjadinya kecelakaan sepeda motor di jalan disebabkan oleh malfungsi atau kerusakan pada bagian tertentu di sepeda motor.
Untuk meminimalkan kerusakan atau penurunan kondisi, komponen mesin dan sebagian perlu dilumasi.
Berikut ini cairan pada motor yang perlu diganti secara berkala agar umur motor menjadi lebih panjang dan nyaman digunakan dalam jangka waktu lama.
1. Oli Mesin
Hal yang paling umum diketahui oleh banyak orang.
Oli mesin adalah salah satu cairan penting untuk menjaga performa mesin dan keawetan komponen di dalamnya.
Oli mesin berfungsi intuk melumasi piston dan blok mesin serta gir-gir di dalamnya.
Gesekan antarkomponen di dalam mesin menimbulkan suhu yang tinggi sehingga serta perlahan mengikis permukaan dari komponen-komponen yang bersentuhan satu sama lainnya.
Maka dari itu, oli mesin penting untuk memudahkan gesekan antarkomponen agar minimalkan keausan.
Oli mesin pada motor perlu diganti segelah menempuh jarak 2000-3000 kilometer atau satu sampai dua bulan sekali.
Jika oli mesin terlambat diganti jauh setelah masanya, maka mesin akan menjadi cepat panas ketika digunakan, suhunya pun menjadi lebih tinggi dari normal yang berisiko merusak mesin.
Fatalnya, mesin harus diganti atau biasa disebut dengan istilah “turun mesin” yang membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal.
2. Oli Gardan
Oli Gardan adalah oli transmisi uang dikhususkan pada motor matic.
Motor matic memiliki rantai karet yang disebut CVT.
Oli gardan inilah uang melumasi Komponen-komponen pada CVT dan sekitarnya.
Oli gardan tidak membutuhkan penggantian yang sesering oli mesin.
Oli gardan cukup diganti jika motor sudah menempuh jarak 8.000 hingga 10.000 kilometer sekali saja atau sekitar enam bulan sekali.
Tanda-tanda saat sudah waktunya mengganti oli gardan adalah suara berisik atau mendengung dari bagian CVT dan hentakan atau getaran saat akselerasi, yaitu ketika motor pertama kali digas saat dalam posisi berhenti.
3. Minyak Rem
Minyak rem adalah cairan hidrolik yang mentransfer tekanan dari tuas rem ke kaliper rem sehingga kampas rem dapat menjepit cakram dengan baik dan memperlambat laju motor.
Minyak rem memiliki daya tahan suhu tinggi agar tetap bekerja optimal dalam kondisi panas akibat pengereman.
Minyak rem perlu diganti secara berkala karena bersifat menyerap air, yang dapat menurunkan titik didih dan mengurangi kinerja rem.
Idealnya, minyak rem diganti setiap dua tahun sekali atau sekitar 20.000 kilometer, tergantung kondisi pemakaian.
Adapun jika warna minyak rem berubah menjadi keruh atau kecoklatan, segera ganti.
Selain itu, jika rem terasa kurang responsif atau kurang menjepit bisa jadi minyak rem sudah terkontaminasi air dan partikel lain sehingga harus diganti.
4. Oli Suspensi
Oli suspensi berperan penting dalam menyerap guncangan, menjaga kestabilan motor, dan meningkatkan kenyamanan berkendara.
Pada motor, oli ini biasanya terdapat di suspensi depan.
Oli suspensi juga perlu diganti secara berkala karena seiring waktu dapat mengalami degradasi atau penurunan kualitas dan kehilangan kekentalanya.
Kekentalan oli diukur dengan satuan W. Semakin besar angka maka semakin kental.
Pastikan tingkat kekentalan oli sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan motor.
Oli suspensi umunya perlu diganti setiap 10.000 - 20.000 km atau 1 - 2 tahun sekali, termasuk sangat jarang dan tidak perlu perawatan tinggi.
Ciri-ciri oli suspensi perlu diganti adalah ketika suspensi terasa terlalu empuk atau keras, bisa juga dilihat dari ketika ada kebocoran oli di sekitar tabung suspensi yang berarti perlu segera periksa dan ganti oli.
5. Oli Rantai
Pelumas rantai adalah cairan atau grease yang digunakan untuk melumasi rantai pada kendaraan bermotor atau sepeda guna mengurangi gesekan, mencegah keausan, dan melindungi dari karat.
Ada beberapa jenis pelumas rantai, antara lain pelumas basah yang cocok pada kondisi hujan karena tahan air dan antikarat, pelumas kering yang cocok di kondisi berdebu, chain wax yang merupakan pelumas yang tahan lama untuk kondisi ekstrem, dan ceramic lube yang merupakan pelumas terbaik untuk mengurangi gesekan.
Tanda rantai harus dipakaikan oli rantai yang baru adalah ketika rantai tampak kering atau berkarat, muncul suara kasar dan berdecit akibat gesekan, sambungan rantai terasa kaku dan tidak fleksibel, rantai yang penuh kotoran dan debu, serta jangka waktul ama sejak terakhir dilumasi. (mg4/aro)
Editor : H. Arif Riyanto