Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Respons Cristiano Ronaldo Usai Portugal Tersingkir Dramatis di Babak 16 Besar

Magang Radar Magelang • Rabu, 8 Juli 2026 | 10:42 WIB
Tersingkirnya Portugal di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi momen emosional bagi Cristiano Ronaldo
Tersingkirnya Portugal di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi momen emosional bagi Cristiano Ronaldo

 

RADARMAGELANG.ID—Kegagalan Tim Nasional Portugal melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 usai ditekuk Spanyol 0-1 pada Selasa (7/7/2026) lalu, menyisakan cerita mendalam tentang akhir era Cristiano Ronaldo.

Meski langkah Seleção das Quinas  terhenti di babak 16 besar, sang kapten menegaskan dirinya tidak pergi dengan penyesalan.

Kekalahan dramatis di Stadion Dallas, Texas, tersebut tercipta lewat gol penentu pemain pengganti Spanyol, Mikel Merino, pada waktu injury time (90+1'). Gol itu tidak hanya memulangkan Portugal, tetapi juga resmi menutup kiprah CR7 di panggung Piala Dunia.

Menghadapi akhir dari kiprah panjangnya di pentas tertinggi sepak bola dunia, penyerang berusia 41 tahun ini tampak emosional namun tetap berusaha berjiwa besar.

"Saya sedih harus meninggalkan Piala Dunia seperti ini. Saya memberikan segalanya. Saya melakukan yang terbaik dan saya pergi dengan hati nurani yang bersih," ujar Ronaldo pasca-pertandingan.

"Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, ya, tetapi sekarang saya akan punya waktu untuk merenung dan bersama keluarga saya. Saya tidak akan membuat keputusan tergesa-gesa."

Ronaldo yang juga merupakan kapten klub Al-Nassr juga menolak membiarkan kekalahan seketika mengecillkan sejarah yang sudah ia torehkan untuk negaranya. Ia menekankan bahwa sepak bola Portugal telah berubah sejak kedatangannya.

"Saya telah memenangkan tiga gelar untuk Portugal; sebelum Cristiano Ronaldo, Portugal belum pernah memenangkan satu pun gelar. Gelar terbesar yang pernah dimenangkan timnas adalah pada 2016, yaitu Kejuaraan Eropa (Euro), yang sejujurnya bagi saya sama pentingnya  dengan Piala Dunia. Rasanya frustrasi tersingkir dengan cara seperti ini, tetapi kami tetap bisa mengangkat kepala dengan bangga," tegas penyandang 5 Ballon d'Or tersebut.

Bukan hanya Ronaldo, kekalahan ini juga memicu akhir dari masa jabatan Roberto Martínez sebagai pelatih kepala Portugal setelah laga emosional tersebut. Dalam perpisahannya, Martínez pasang badan untuk anak asuhnya sekaligus memberi penghormatan tertinggi kepada Ronaldo.

Dalam perpisahannya, Martínez menjelaskan bagaimana menyakitkannya tersingkir di menit-menit akhir setelah skor imbang sepanjang laga. Ia melanjutkan bahwa para pemain telah memberikan segalanya di lapangan dan mereka tidak layak pulang dengan kepala tertunduk.

"Ini juga menjadi pertandingan terakhir saya sebagai pelatih kepala Portugal. Saya sangat bangga pernah bekerja dengan generasi luar biasa ini, terutama berkolaborasi dengan pemain seperti Cristiano Ronaldo yang dedikasinya tiada banding." kata pelatih berkepala plontos itu.

Di balik pesta kelolosan Spanyol ke babak perempat final, panggung utama dunia justru menjadi milik Cristiano Ronaldo yang melangkah keluar dari Piala Dunia terakhirnya dengan kepala tegak dan penuh kebanggaan. (Lazuardi Rafi Alif Adani/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#portugal #cristiano ronaldo #spanyol #piala dunia 2006 #texas