Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Prabowo Siapkan Internet Murah dan Layar Pintar untuk Sekolah di Seluruh Nusantara

Magang Radar Magelang • Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

RADARMAGELANG.ID, - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan teknologi internet dengan biaya yang rendah untuk menjangkau sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terluar dan terpencil yang sulit dijangkau kabel fiber optik.

Menurut Prabowo, pemasangan fiber optik di banyak lokasi tidak ekonomis sehingga pemerintah memilih solusi alternatif yang dapat dipasang dengan biaya lebih terjangkau untuk kepentingan pendidikan massal.

“Yang sulit dapat internet, WiFi, sekarang sudah ada teknologi, sekarang murah bisa kita pasang di tiap sekolah. Tidak terlalu mahal. Starlink mungkin masih agak mahal, untuk bayar tiap bulan. Sudah ada teknologi yang lebih murah,” ujarnya saat membuka rapat kabinet paripurna.

Program internet itu berjalan paralel dengan distribusi layar pintar atau interactive flat panel (IFP) yang dilengkapi dengan adanya komputer dan konten pembelajaran.

Pemerintah mencatat bahwa hingga kini sekitar 50.000 sekolah telah menerima perangkat tersebut, dan menargetkan total penyaluran mencapai 288.000 unit tahun ini.

Setiap IFP dirancang mampu menyimpan ratusan ribu hingga jutaan konten pembelajaran berbasis kurikulum nasional sehingga materi ajar yang berkualitas dapat diakses tanpa bergantung sepenuhnya pada ketersediaan guru yang ahli di tiap daerah.

“Sekarang kalau tidak salah sudah dibagikan mendekati 50 ribu sekolah, kemudian nanti totalnya tahun ini 288 ribu flat panel. Di situ ada komputer, bisa muat ratusan ribu konten, mungkin jutaan ya,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa kombinasi konektivitas terjangkau dan layar pintar akan membantu mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan desa.

Ia mencontohkan pelajaran-pelajaran yang selama ini sulit didapatkan di daerah terpencil, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan matematika tingkat lanjut, yang bisa dibantu oleh materi yang direkam dan disalurkan melalui layar pintar.

“Jadi sekolah-sekolah terluar, terpencil dan tidak punya akses guru yang baik. Umpamanya bahasa Inggris, mandarin, matematika, ini pelajaran susah. Ini bisa dibantu dengan ini (layar pintar). Kalau dia selesai dan mau kembali, bisa kembali anytime,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi, pemerintah juga memaparkan roadmap bertahap yaitu target awal adalah satu layar digital per sekolah pada tahun berjalan, kini meningkat menjadi empat layar per sekolah pada 2026, dan mencapai enam layar per sekolah pada 2027 sehingga beberapa kelas dapat memanfaatkan konten secara bersamaan.

Untuk memastikan kualitas materi, direncanakan pembangunan studio pengajaran terpusat di Jakarta di mana guru-guru terbaik akan merekam pelajaran yang kemudian didistribusikan ke seluruh pelosok negeri.

“Nanti guru-guru terbaik akan mengajar, dan pelajaran mereka bisa diterima di seluruh pelosok Indonesia. Jadi tiap sekolah akan dapat akses, guru yang paling baik di bidang-bidang sulit,” ujar Prabowo.

Meski pemerintah menggambarkan inisiatif ini sebagai langkah penting menuju pemerataan pendidikan, sejumlah aspek teknis dan operasional perlu ditangani agar program memberi manfaat nyata.

Media melaporkan perhatian pada kapasitas koneksi dan manajemen bandwidth agar konten interaktif dapat diakses dengan stabil, ketersediaan listrik dan pemeliharaan perangkat di sekolah terpencil, serta kebutuhan pelatihan guru agar IFP dan materi digital dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, rincian teknis mengenai solusi konektivitas alternatif, apakah berbasis satelit tertentu, fixed wireless access, ground station, atau kombinasi teknologi lain.

Masih belum sepenuhnya dipaparkan dalam rilis awal, sehingga publik menunggu penjelasan lebih rinci mengenai biaya, skema operasional, dan dukungan teknis jangka panjang.

Prabowo menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa tujuan akhir program ini adalah menyamakan kesempatan belajar antara anak-anak di daerah terpencil dan anak-anak di kota besar.

Dengan adanya teknologi dan konten yang tepat, siswa di mana pun dapat mengakses pengajaran berkualitas tanpa terbatas oleh jarak geografis.

“Dengan adanya teknologi ini, anak-anak di daerah terpencil bisa mendapatkan akses yang sama seperti anak-anak di kota besar. Ini adalah langkah penting menuju pemerataan pendidikan,” tutupnya. (mg3)

Editor : H. Arif Riyanto
#internet murah #IFP #layar pintar #prabowo #interactive flat panel #pemerataan pendidikan #sekolah terpencil