RADARMAGELANG.ID, JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dinilai paling memahami soal persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebab, secara nyata orang nomor satu di Kemenhan itu adalah figur yang sangat nasionalis.
“Wilayah nasionalis, wilayah persatuan dan kesatuan itu adanya di tokoh Pak Prabowo,” ujar Pengamat politik Citra Institute, Efriza dalam keterangannya, Jumat (29/12).
Figur pemersatu bangsa semakin jelas terlihat di diri Prabowo.
Terlebih, selama ini Prabowo tidak pernah menyerang para pesaingnya.
Bahkan Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut malah menjadi pihak yang mendapat serangan-serangan politik dari berbagai pihak.
Kenyataannya, semakin mendapat serangan, elektabilitas Prabowo bersama Cawapresnya Gibran Rakabuming Raka semakin jauh meninggalkan pesaingnya.
Sehingga dapat dikatakan, figur pemersatu bangsa ini dinilai mendapat banyak kepercayaan masyarakat.
Figur pemersatu bangsa ini semakin jelas terlihat pada Asta Cita Prabowo-Gibran.
Di dalamnya dijelaskan bahwa kesatuan dan persatuan adalah modal penting bagi kemajuan bangsa.
Oleh sebab itu, figur pemersatu bangsa semakin sah untuk melekat di diri mantan Danjen Kopassus tersebut.
Terlebih, Efriza mengatakan, Prabowo semakin terlihat sangat tulus dalam mengabdi untuk rakyat.
Ketulusan tersebut kemudian berubah menjadi suplai elektoral yang sangat deras dari rakyat.
Hal ini dapat dibuktikan dengan tingginya elektabilitas yang dimiliki oleh Prabowo-Gibran.
Seperti halnya temuan survei Polling Institute pada periode 15-19 Desember 2023.
Dalam temuan itu menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 46,1 persen, naik dari akhir oktober di angka 43,2 persen.
Di posisi kedua terdapat Pasangan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies-Muhaimin yang mengantongi 22,6 persen dukungan.
Sementara di posisi ketiga terdapat duet PDI-Perjuangan, Ganjar-Mahfud yang mendapat 20,5 persen.
“Tongkat estafetnya layak dipegang oleh Pak Prabowo. Karena figurnya dinilai sudah positif,” pungkasnya. (web)
Editor : Tasropi